| Kamis, 31 Januari 2008 | BANYUMAS |
JALUR SELATANKejati Incar Tersangka LainSEMARANG- Penyidik Pidsus Kejati Jateng, kemarin, kembali memeriksa Asisten II Pemkab Purworejo Budi Santoso, tersangka kasus dugaan korupsi dana fasilitasi APBD 2006. Tersangka tiba di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Jl Pahlawan Semarang sekitar pukul 09.00, didampingi kuasa hukumnya, Sutrisno SH, dan langsung memasuki ruang Kasi Penyidikan Pidsus Gatot Guno Sembodo SH. Penyidikan langsung oleh Gatot. Hingga Suara Merdeka meninggalkan Kantor Kejati pukul 16.00, Budi masih menjalani pemeriksaan. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Uung Abdul Syakur SH mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan kelanjutan dari penyidikan pada Senin (28/1). "Pemeriksaan yang lalu kan belum selesai. Ini dilanjutkan lagi," ujar Uung, kemarin. Dia mengungkapkan, sementara ini pihaknya baru menetapkan Asisten II sebagai tersangka tunggal. Namun mungkin saja dalam pengembangan penyidikan nanti, tersangka bisa tertambah. (H30-66) Pemborong Diadukan ke DPRD MAGELANG - Direktur CV Penatas Jaya, Mukharom, rekanan pembangunan Kantor Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, diadukan ke DPRD oleh mandornya, Sutopo. Dia dianggap ingkar janji, yakni belum membayar sebagian material dan upah pekerja. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke polisi. ìPadahal Pak Mukharom sudah menerima pembayaran dari Pemkab Magelang,î kata Sutopo, kemarin, usai mengadukan kasus ini ke Komisi C, DPRD Kabupaten Magelang. Ia mengatakan, utang yang belum dibayar itu mencapai Rp 116.188.000. Rinciannya, upah tenaga dan upah lembur Rp 24.357.000 serta belanja material bangunan Rp 4.331.000. Begitu juga dengan jasa langsir air Rp 3.250.000, langsir material Rp 4.250.000, kayu Rp 2,5 juta, kusen dan pintu Rp 40 juta, baja ringan Rp 36 juta, serta pasir dan batu Rp 1,5 juta. Dia mengemukakan, proyek bangunan utama kantor Kecamatan Tegalrejo itu sudah selesai. Nilai proyek Rp 981.016.000 dari APBD Kabupaten Magelang 2007.(pr-72) Alun-alun Dianggarkan Rp 2,5 M KEBUMEN - Proyek revitalisasi Alun-alun Kebumen tahap pertama memasuki tahap akhir. Padahal, sesuai dengan surat perintah kerja (SPK), pembangunan alun-alun yang dimulai sejak 3 September 2007 itu sudah harus rampung pada 15 Desember lalu. Penataan dengan anggaran Rp 1,8 miliar itu diperkirakan baru selesai akhir bulan ini. Kabid Cipta Karya Dinas Permukiman Prasarana dan Sarana (Kimprasda) Kebumen, Ir Ping Anggoro, mengatakan, secara keseluruhan pekerjaan sudah selesai akhir Desember lalu. Namun investor berkewajiban merawatnya selama enam bulan. "Sekarang tinggal finishing untuk mempercantik penataannya," katanya, kemarin. (J19-66) JLSS Diperkirakan Molor CILACAP - Pembangunan Jalan Lintas Selatan-Selatan (JLSS) di Jateng diperkirakan akan molor. Sesuai kesepakatan empat gubernur, yakni Gubernur Banten, Jabar dan Jateng serta Yogyakarta pada 2004, JLSS ditargetkan selesai 2008. Namun hingga kini pembebasan lahan JLSS baru mencapai 12 km dari total 102 JLSS yang bakal melintasi Cilacap. ''Pembebasan tanah bagi pembangunan JLSS yang akan melintas di Cilacap baru dilakukan pada dua kecamatan, yaitu Patimuan dan sebagian Kedungreja. Dua wilayah ini berada di perbatasan dengan Jabar,'' kata Kabag Agraria Setda Cilacap, Imam Yudianto, kemarin. Dia mengatakan, perkembangan menunjukkan masih ada beban pembebasan tanah sepanjang sekitar 90 km. Termasuk pembebasan di Kecamatan Gandrungmangu, Bantarsari, Kawunganten, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap Utara, Kesugihan, Adipala, Binangun serta di Kecamatan Nusawungu. Lepas dari Kecamatan Nusawungu, JLSS memasuki Kabupaten Kebumen. ''Pembebasan tanah, memang kerap menyita waktu cukup lama sehingga memungkinkan mulornya pembangunan,'' ujarnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cilacap, Eko Wahyono Widhi mengatakan, molornya target pembangunan JLSS terkait kendala pembebasan tanah. (G21-75) Stok Bulog Cukup hingga Mei PURWOKERTO-Stok beras di gudang Bulog Subdivre IV Banyumas kini sekitar 25.000 ton. Jumlah itu hanya cukup untuk alokasi beras warga miskin hingga Mei. Satu kali alokasi Bulog menyalurkan 5.626 ton yang dibagikan ke Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Kepala Bulog Subdivre IV Banyumas, Imam Syafei, menjelaskan meski stok banyak berkurang, penyaluran beras warga miskin tahun 2008 tak perlu dikhawatirkan. Tahun ini penyaluran beras tersebut dilakukan sepuluh kali. Stok yang ada pada tahun 2007 hanya cukup untuk lima kali penyaluran. ''Sebentar lagi pengadaan 2008 mulai berlangsung. Kalau stok 2007 diperkirakan habis Mei, pengadaan baru sudah berjalan. Jadi stok beras warga miskin tetap tersedia,'' jelasnya, kemarin. Tahun 2008 pihaknya memperkirakan pengadaan antara 60.000-70.000 ton setara beras. Angka itu sama dengan 2007 yang mencapai 67.000 ton beras. Pada pengadaan tahun ini, pihaknya lebih banyak membeli gabah daripada beras. (G23-27) |