logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Januari 2008 PANTURA
Line

Drum Tiner Dibuka Langsung "Wos"

  • Pengakuan Nuryanto

LAKI-laki berusia 43 tahun itu terlihat tergelak lemas di salah satu bangsal RS Siti Khodijah, Kota Pekalongan. Pandangan mata warga Kelurahan Tegalrejo, Pekalongan Barat itu selalu ke atas, sepertinya pasrah dengan kondisinya. Untuk bergerak saja cukup sulit, sehingga harus meminta bantuan istrinya, Darsiah, jika menginginkan sesuatu.

Ya, laki-laki itu adalah Nuryanto, karyawan toko besi Legal Jaya yang Senin (28/1) lalu terbakar. Pada saat kebakaran terjadi, dia masih di belakang toko sehingga menjadi korban. Akibat peristiwa itu, hampir seluruh tubuhnya mengelupas karena terkena api, seperti di bagian wajah, dada, sebagian kaki, dan tangan.

Didampingi istri yang setia menungguinya, Nuryanto mengungkapkan, tak menyangka jika api membakar tubuhnya. Selama 20 tahun bekerja di tempat itu, dirinya tak pernah mengalami hal tersebut.

Kompor Menyala

Selanjutnya dia menjelaskan, awalnya dia ingin mengisi tiner ke jerigen kosong. Rencananya, cairan untuk campuran cat itu akan dikirimkan ke Batang, karena sudah ada yang memesan. Sebelum mengisi, dia terlebih dahulu harus membuka drum yang berisi tiner.

"Saat membuka drum tiner itu tiba-tiba ngowos(menyembur-Red)," katanya.

Sementara itu, sekitar dua meter dari drum terdapat kompor yang masih menyala. Semburan cairan tersebut ternyata mengenai api kompor. Akibatnya, cairan itu terbakar dan mengenai tubuhnya.

Bukan hanya itu, nyala api juga membuat semua ruangan yang berisi benda-benda mudah terbakar itu langsung dilalap si jago merah.

Akhirnya, kebakaran pun tak bisa dihindari. Empat karyawan lainnya yang kebetulan masih berada di ruang belakang lari kalang kabut ke belakang. Mereka memanjat tembok, lalu turun ke kawasan Pasar Senggol.

"Sedangkan saya langsung keluar melalui pintu depan dengan tubuh terbakar," kata dia.

Istri korban, Darsiah mengatakan, kondisi kesehatan suaminya kini mulai membaik. Sebelumnya, saat masuk ke rumah sakit, tubuh Nuryanto seperti mumi, karena hampir sebagian tubuhnya dibalut perban. Hingga kini, dia belum mengetahui siapa yang menanggung biaya rumah sakit suaminya.(Moch Achid Nugroho-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA