logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Januari 2008 PANTURA
Line

Kebakaran Toko Besi Legal Jaya

Tim Labfor Periksa Lokasi

PEKALONGAN- Penyebab kebakaran di toko besi Legal Jaya hingga kemarin belum jelas. Guna mengetahui kepastian penyebab kejadian tersebut, Polresta Pekalongan meminta bantuan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang. Pemeriksaan dilakukan dua kali, Senin (28/1) dan Selasa (29/1).

Dari pantauan Suara Merdeka, ketika anggota Labfor memeriksa lokasi, di beberapa tempat terlihat kepulan asap dari sisa-sisa barang yang terbakar, terutama kaleng berisi cat. Meski demikian, mereka tetap melanjutkan pemeriksaan ke semua ruangan yang dilalap si jago merah.

Kapolresta AKBP Drs Kushariyanto MM mengatakan, api diduga menyebar pertama kali dari tiner (cairan untuk campuran cat). Dugaan itu sesuai dengan pernyataan Nuryanto, salah satu karyawan Legal Jaya. Menurut Nuryanto, ada tiner yang terkena percikan api dari kompor yang berada tak jauh dari cairan itu. "Untuk sementara, dugaan kami api berasal dari tiner. Namun demikian, kami masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk Setiawan Wibowo, pemilik toko tersebut," kata dia.

Masih Syok

Menurut Kapolresta, Setiawan belum memberi banyak keterangan. Tampaknya dia masih syok mengetahui tempat usahanya ludes. Tentang hasil pemeriksaan tim Labfor, Kushariyanto mengaku belum tahu. Sebab, pemeriksaan butuh waktu yang tidak singkat.

Seperti diberitakan kemarin, toko besi Legal Jaya yang berlokasi di Jalan Hasanudin 110, Pekalongan Timur, ludes terbakar, Senin (28/1). Si jago merah juga membakar sebagian bangunan dua toko di sekitarnya. Polisi belum bisa memastikan jumlah kerugian, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan Suripto, salah seorang karyawan toko, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15. Saat itu ada pegawai yang membawa drum berisi tiner di belakang toko. Tak jauh dari tempat itu, ada kompor yang masih menyala. (H4-65)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA