| Rabu, 30 Januari 2008 | PANTURA |
Ratusan Ton Bawang Impor Banjiri Brebes
BREBES - Ratusan ton bawang impor asal China dan Thailand membajiri pasar di Kabupaten Brebes. Produk luar negeri itu ditemukan disimpan di beberapa gudang dan pasar bawang di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari. Hal itu terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) Kepala Dinas Penanaman Modal, Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Brebes, Ir Iskandar SH MM ke gudang dan pasar bawang, Selasa (29/1). Akibatnya, harga bawang lokal yang mulai membaik kini kembali anjlok. Sidak kali pertama menemukan sekitar 50 ton bawang impor dari Thailand tengah dikemas di salah satu gudang, di jalan raya Klampok-Brebes. Selain itu, ditemukan juga sekitar 20 ton lebih bawang impor dari China di Pasar Bawang Klampok. Sukirman (39), pedagang bawang Pasar Klampok, Kecamatan Wanasari menuturkan, produk impor masuk dalam sepuluh hari terakhir. Setiap hari sedikitnya 4-5 kontainer bawang impor dibongkar. Bahkan, saat ini di pasar bawang ada sekitar 20 ton yang siap dipasarkan. "Jumlah yang masuk sudah mencapai ratusan ton. Akibatnya, harga bawang lokal kini turun. Apalagi, saat ini petani sedang panen raya," ungkapnya. Sebelumnya, kata dia, harga lokal kualitas baik Rp 7.500/kg, tetapi begitu bawang impor masuk, anjlok menjadi Rp 6.000/kg. Sedangkan kualitas sedang semula Rp 6.500/kg kini turun Rp 5.000/kg - Rp 4.500/kg. "Kalau bawang impor terus membanjiri Brebes, harga bawang lokal akan terus turun," ucapnya. Nuraeni (40), seorang petani bawang asal Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba mengatakan, anjloknya harga bawang lokal menyebabkan petani rugi. Lahannya seluas seperempat bau membutuhkan modal Rp 4-5 juta, tetapi hasil yang diperoleh saat ini hanya Rp 3 juta. Bila normal, hasilnya bisa Rp 6 juta. Lebih Murah "Kami minta bawang impor jangan masuk selama musim panen. Sebab, membuat harga lokal turun karena harganya lebih murah. Harga bawang China hanya Rp 5.500/kg," tandasnya. Syafian (40), pedagang bawang impor mengatakan, hampir seluruh pedangan besar kini mendatangkan bawang impor. Itu dilakukan karena stok bawang lokal sedikit. Hal tersebut digunakan untuk memenuhi permintaan dari luar Pulau Jawa. Dalam sepuluh hari terakhir, pihaknya sudah menerima 3 kali pasokan bawang impor. Sekali datang jumlahnya 2 kontainer. "Tak hanya saya, tetapi dari sepuluh gudang bawang yang ada kini semuanya mendatangkan bawang imopor," katanya. Kepala Dinas Penanaman Modal, Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Brebes, Ir Iskandar SH MM sangat menyesalkan banjirnya bawang impor tersebut. Untuk mengantisipasinya, pemkab telah menyiapkan peraturan daerah (perda) penataan gudang. Melalui perda itu masuknya bawang impor akan diperketat. "Saat ini, draf perda masih kami susun," ucapnya.(H38-17) |