logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Januari 2008 MURIA
Line

Mobil Genjot, Hanya Sepasang di Kudus

  • Oleh Sony Wibisono

DI ANTARA deru mobil dan motor yang melaju di kawasan Jalan Mayor Kusmanto Kudus, sebuah kendaraan cukup unik terlihat melaju santai. Ketika, lebih jeli melihat kendaraan yang ditumpangi sepasang suami istri dan satu anak itu, merupakan perpaduan antara becak dan mobil.

Edi (36) bersama dengan istrinya, Sumiyati (35), dan putrinya nampak menikmati perjalanan dengan mobil genjot tersebut. "Buat jalan-jalan ke pasar sama kulak bensin mas," kata Edi ketika ditanya aktivitas rutin dengan mobil genjotnya.

Sembari memarkir di rumahnya Jalan Bakti 141, dia kemudian bergegas mengambil alat-alat bengkel dan memperbaiki kemudi. "Suspensi depannya kurang empuk," kata lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang servis elektornik itu. Maklum, mobil genjot yang dimodifikasi kakak kandungnya, Andi (41), sudah berumur 10 tahun. "Dulu kalau ada karnaval tujuhbelasan sering diikutkan dalam rombongan sepeda hias," ujarnya.

Menurut dia, di Kudus hanya ada dua becak modifikasi seperti miliknya. "Seingat saya di Kudus cuma ini dan milik teman kakak saya," tuturnya. Untuk memodifikasi, ungkapnya, sekitar tahun 1998 sudah menelan biaya Rp 800.000.

Secara utuh, hasil modifikasi terlihat menyerupai becak beroda empat. Tapi, ukurannya lebih besar, kurang lebih hampir sepadan dengan city car. Namun, modelnya yang klasik lebih mengingatkan bentuk mobil model T karya Henry Ford. Bedanya mobil genjot milik Edi sepenuhnya menggunakan tenaga manusia.

Keempat rodanya seukuran dengan roda becak. Dua roda depan dihubungkan dengan gardan yang berujung pada setang kemudi bundar layaknya mobil. Sistem suspensi kemudi pun meniru mobil modern. Pada sisi dalam kedua ban depan dipasang suspensi yang membatasi ruang tekuk maksimal kemudi.

Kerangka depan dihiasi dengan ornamen kuningan seperti bendi, sedangkan cermin pantul menggunakan ukuran spion truk engkel. Di bagian tengah, kabin untuk sopir sekaligus penumpang dibuat semi terbuka, lengkap dengan jok mobil.

Sedangkan bagian belakang dilengkapi bagasi. Supaya bisa berjalan mundur, mobil genjot itu menggunakan sistem gir belakang konstan. Walaupun sudah memasuki masa tua, Edi tetap menggunakan untuk beraktivitas. Dan secara tidak langsung dia pun menjadi orang yang berperan dalam pengurangan polusi kota.(19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA