| Rabu, 30 Januari 2008 | MURIA |
Petani Siapkan Skenario TerburukKUDUS - Menghadapi musim tanam (MT) II 2008, petani yang lahannya diterjang banjir beberapa waktu lalu, menyiapkan skenario terburuk. Penyiapan rencana itu terkait kemungkinan tidak tuntasnya penambalan tanggul irigasi yang jebol. Bila memang perbaikan tanggul belum juga tuntas, petani terpaksa akan menambalnya dengan material seadanya. Meski hasilnya tidak akan optimal, tetapi bila kondisinya mendesak, itu yang akan dilakukan. Penegasan tersebut dikemukakan Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus, Hadi Sucahyono, kemarin. Menurut dia, menanam padi bagi sebagian warga merupakan satu-satunya sumber pendapatan. "Apapun risikonya, kami tetap akan melakukan proses tanam," katanya. Pihaknya mengakui rencana darurat tersebut bukan tidak mengandung risiko. Sebab, bila tanggul sementara secara konstruksi tidak memadai, kemungkinan bocor juga ada. "Sekali lagi, itu hanya merupakan langkah antisipasi," tegasnya. Dia berharap agar pihak terkait juga mengimbangi tekad para petani tersebut. Artinya, bila petani berani mengambil risiko, pemerintah juga harus mengimbanginya. "Pembenahan tanggul irigasi yang rusak, harus selesai sebelum MT II," ujarnya. Sesuai rencana semula, MT akan dimulai pada pertengahan Maret. Proses pembibitan dimulai dua pekan sebelumnya. (H8-76) |