| Rabu, 30 Januari 2008 | BUDAYA |
DKJT Diminta Tak SentralistisPURWOKERTO - Beberapa anggota delegasi eks Karesidenan Banyumas ke Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) meminta lembaga itu tak sentralistis. Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) Saeran Samsidi berharap pengurus baru DKJT yang bakal dipilih pada muda, 1-3 Februari di Hotel Bali, Semarang, memperbaiki kinerja. Sebab, selama ini DKJT tak berhasil mengoordinasikan dinamika kesenian di Jawa Tengah. "DKJT cuma fokus di Semarang. Bagi daerah, tak ada apa-apa. Kami akan meminta hal itu diubah," katanya. Selama ini, kata dia, DKJT bisa dikatakan menjadi dewan kesenian Kota Semarang. Dia mengusulkan komite diganti atau dilengkapi dengan pengelompokan beberapa daerah sesuai dengan karakter kebudayaan masing-masing. Misalnya, ada sentra Banyumasan, Pesisir Kulon, Pesisir Wetan, Bagelen, Semarang, dan Solo. "Kegiatan terdistribusi merata ke sentra-sentra sehingga bisa memfasilitasi pertemuan antarbudaya." Cuma Plang Sekretaris Dewan Kesenian Banjarnegara (DKB) Drajat Nurangkoso menyatakan seniman daerah hanya bisa membaca plang nama DKJT. Mereka belum merasakan buah kerja lembaga itu. Karena itu pengurus baru perlu mengubah sistem keorganisasian agar bisa mengatasi kekurangan. ''Saya mengharapkan DKJT responsif terhadap kebutuhan daerah. Misalnya, memfasilitasi informasi tentang Taman Budaya Banyumasan atau kebutuhan lain di daerah lain," ujarnya. Sementara itu, Dewan Kesenian Cilacap (DKC) sudah mengontak panitia dan daerah lain. DKC fokus ke upaya seleksi figur calon ketua periode 2008-2011. Figur ketua penting, kata dia, untuk menjamin perubahan lebih baik. (H39-53) |