logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 29 Januari 2008 SALA
Line

Subosukowonosraten

PNS Wajib Kumpulkan Beras

SRAGEN - Mulai senin kemarin, Bupati Untung Wiyono mengimbau para PNS untuk membawa jimpitan beras. Segenggam beras dari tiap PNS itu dihimpun di satuan kerja (satker) masing-masing.

''Beras kemudian disalurkan ke Kantor Bagian Kesejahteraan Sosial untuk dibagikan kepada keluarga miskin atau yang tidak mampu secara ekonomi,'' tutur Kepala Kesbangpol dan Linmas Wangsit Sukono, kemarin.

Pengumpulan beras itu untuk melambangkan kesetiakawanan sosial, welas asih , dan kepedulian terhadap sesama. Di Sragen terdapat sekitar 13.000 PNS. Dengan demikian beras yang terhimpun per bulan diperkirakan bisa mencapai 13 ton.

''Itu bukan jumlah yang kecil,'' tambah mantan Camat Kalijambe itu.

Jika tiap PNS menyumbang 1 kg beras per bulan, maka setiap hari mereka cukup mengumpulkan 33 gram atau setara tiga sendok makan. Beras itu setiap pagi dibawa dengan dibungkus plastik dan dikantongi. (nin-63)

Wakaf Bermasalah, Masjid Disegel

BOYOLALI - Sejumlah warga Desa Mliwis di Kecamatan Cepogo, Boyolali menyegel Masjid Al Khir di desa tersebut. Mereka berkilah tanah masjid masih dalam sengketa, karena proses wakafnya belum tuntas.

Menurut Siti (34), penyegelan dilakukan Sabtu (26/1) sore lalu. Beberapa warga memasang palang dari bambu, tepat di pintu masuk masjid. Mereka juga memasang papan berisi tulisan ''Masjid masih dalam sengketa''.

Namun, Siti mengaku tidak tahu-menahu penyebab kemarahan warga sehingga mereka menyegel masjid yang baru selesai dibangun itu.

Thohir, yang tinggal di seberang masjid, mengatakan warga desa marah karena merasa dilangkahi dalam hal wakaf tanah untuk masjid tersebut.

''Pembangunan masjid tidak sesuai dengan kesepakatan, utamanya yang menyangkut wakaf tanah. Warga merasa dibohongi, Mas,'' katanya, Senin (28/1) kemarin.

Dikatakan,, pemilik tanah - seorang warga Cepogo yang kini bermukim di Jakarta - sepakat mewakafkan sebidang tanahnya di pinggir Jalan Cepogo-Boyolali untuk pembangunan masjid.

Tanah wakaf akan diserahkan kepada warga Desa Mliwis. Ketika wakaf masih dalam proses, pembangunan masjid langsung dilakukan.

Ketua PD Muhammadiyah Boyolali H Ali Muchson mengaku prihatin atas ulah warga Sesa Mliwis tersebut. G10-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA