logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 29 Januari 2008 SALA
Line

Ribuan Merah Putih Iringi Pak Harto

  • Rute Bingungkan Warga

SOLO - Sebagai bentuk penghormatan kepada mantan presiden Soeharto, ribuan pelajar dari seluruh tingkat rela berbaris membentuk pagar betis. Sejak pukul 09.00, mereka telah bersiap di ruas jalan yang akan dilalui rombongan jenazah.

Di tangan para pelajar itu tergenggam bendera-bendera yang dipasang di tongkat kecil dalam posisi setengah tiang. Sebagian bahkan menyiapkan bendera pada tiang besar.

Bambang Drajat, pembina OSIS SMA Ursulin yang berada di Jalan Adisucipto itu mengatakan, sekolahnya menyiapkan 30 tiang bendera besar dan puluhan bendera kecil.

"Kami memang sudah punya persediaan bendera, karena kalau ada acara kenegaraan kami kadang ikut menyambut. Sejak pagi kami sudah koordinasikan."

Pemandangan serupa juga tampak di sejumlah sekolah lain, termasuk SMAN 4 Surakarta yang terletak di depan Stadion Manahan. Karena jalur tersebut tidak dilalui rombongan, mereka rela berjalan kaki menuju Jalan Ahmad Yani yang berjarak sekitar 500 meter. Sosok Pak Harto bagi Anisa, salah satu siswa, merupakan orang yang bijaksana dan ramah. "Waktu kecil saya pernah ketemu Pak Harto di Dalem Kalitan. Waktu itu diajak mama ikut tahlilan Ibu Tien di sana," ujarnya.

Haryanto SPd MPd, wakasek humas mengatakan, tidak ada persiapan khusus untuk penyambutan tersebut. Hanya saja sudah ada instruksi dari kepala sekolah untuk berpartisipasi dalam penyambutan.

Hal serupa juga dilakukan pelajar TK dan SD yang notabene belum pernah merasakan kepemimpinan jenderal bintang lima tersebut. Seperti bocah-bocah dari TK Al Hadi Kerten, yang sudah bersiap di ruas Jalan Adisucipto sejak pagi. Linda, salah satu bocah dengan runtut menceritakan figur Presiden RI kedua itu. "Saya mau menunggu Pak Harto, presiden kedua Indonesia. Pak Harto kan sempat sakit, tetapi kemudian meninggal tadi siang, eh kemarin siang ding," ujarnya sambil tersenyum.

Bingung Rute

Adanya dua hingga tiga alternatif jalur itu sempat membuat bingung warga dan ratusan pelajar yang sudah menunggu di ruas jalan protokol Slamet Riyadi.

Dari pantauan Suara Merdeka, ratusan pelajar juga tampak bergerak dari kawasan Slamet Riyadi menuju perempatan Panggung supaya bisa melihat iring-iringan jenazah. (J6,D11-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA