| Selasa, 29 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Ronald Koeman dalam Tekanan
MADRID - Frank Rijkaard, pelatih Barcelona, waswas dengan jarak terakhir timnya dengan Real Madrid. Rijkaard kehilangan dua poin menyusul hasil imbang 1-1 di kandang Athletic Bilbao dalam laga Liga Spanyol, Senin dini hari WIB kemarin. Carles Puyol cs kini tertinggal sembilan angka dari El Real. Selisih itu cukup besar, tapi pelatih asal Belanda ini belum mau menyerah. "Secara psikologis, hasil seri ini adalah pukulan telak buat kamii. Namun, itu tak berarti kami menyerah. Kami akan terus berjuang dan berusaha memperpendek jarak," ujar Rijkaard. Nasib Rijkaard masih relatif aman karena Barca tetap berada di urutan kedua. Sebaliknya, Ronald Koeman, entrenador Valencia, mulai mendapat tekanan. Publik Mestalla mencemooh dan meminta dia mundur setelah El Che dipermalukan tim promosi Almeria 0-1 di kandangnya sendiri. Almeria, sebuah kawasan di Spanyol yang lebih dikenal karena makanannya, menjadi tim keenam pada musim ini yang mampu mempecundangi Valencia di depan para suporternya. Statistik Buruk Tak heran jika fans El Che marah. Sudah hampir tiga bulan bekerja, Koeman cuma menghasilkan statistik buruk. Joaquin cs cs hanya mampu memetik kemenangan di Copa del Rey. "Jika Anda kalah di kandang sendiri, Anda pasti tahu sasaran kritikan adalah pelatih. Saya menerima itu dan akan terus bekerja keras. Saya tenang, tapi prihatin," ungkap Koeman. Valencia tak pernah menang dari sembilan pertandingan liga terakhir. Peringkat El Che terus merosot dan sekarang di posisi ke-11. "Ini mengkhawatirkan. Klub ini sedang dalam krisis, namun kami tak perlu mencari kambing hitam. Masalah-masalah teknis sangat mempengaruhi kami," imbuh Koeman. Ketika ditanya kemungkinan mundur, mantan pelatih PSV Eindhoven itu menolak. "Saya takkan mundur,'' tegasnya. (rtr,A7-31) |