logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 29 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

12 Atlet Atletik PJP Belum Lolos

SEMARANG- Pengurus Daerah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengda PASI) Jateng masih memiliki masalah dalam persiapan menuju PON 2008. Hingga saat ini, 12 atlet yang diandalkan meraih medali dan dibina dalam Pelatda Jangka Panjang (PJP) belum lolos. Padahal, kesempatan bagi para atlet yang mengikuti pemusatan latihan sejak Mei 2005 itu tinggal sekali, yakni di kejuaraan atletik Jatim Open di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Maret.

"Saya heran karena atlet-atlet yang belum itu justru mereka yang diharapkan bisa meraih medali di PON. Apalagi kesempatan hanya tersisa event di Sidoarjo nanti yang merupakan kualifikasi terakhir cabang atletik," kata Sekum PASI Jateng Husain Efendi, Senin (28/1).

Menurutnya, problem tersebut tak hanya dialami Jateng. Hampir semua provinsi merasakan hal serupa. Tercatat baru 191 atlet atletik yang lolos, sedangkan kuota PB PON untuk cabang atletik 300 orang.

"Kalau dihitung masih ada 109 atlet yang belum lolos. Jika di Sidoarjo masih banyak atlet yang belum lolos, PB PASI akan melakukan rangkingisasi di semua nomor yang belum memenuhi persyaratan. Hal itu supaya kuota 300 atlet terpenuhi," jelas pelatih klub atletik Pandanaran Semarang itu.

Di nomor maraton yang menjadi andalan Jateng pada PON 2004, tiga atlet putra yakni Noce Matital, Subardi, dan Faizin belum lolos. Nasib serupa juga dialami tiga pelari maraton putri yakni Erni Ulatningsih, Unik Setyorini, dan Ruwiyati. Satu-satunya atlet maraton yang sudah lolos adalah Trianingsih.

Gagal

Problem serupa terjadi di nomor tolak peluru. Dua atlet andalan, Kanan dan Sodiq, yang masing-masing meraih medali medali perak dan perunggu di PON 2004, juga belum lolos. Saat mengikuti kualifikasi di Universitas Negeri Yogyakarta beberapa waktu lalu, keduanya gagal melewati limit prestasi sejauh 13,50 meter.

Kanan dan Sodiq gagal karena masalah peluru yang digunakan dalam lomba. Peluru seberat 7,25 kg itu terbuat dari bahan kuningan. Padahal dalam latihan sehari-hari, kedua atlet senior tersebut menggunakan peluru yang terbuat dari besi.

"Sebelum berangkat, mereka bisa melakukan tolakan di atas 14 meter. Setelah turun di Yogyakarta, hanya bisa melakukan tolakan sejauh 13, 03 meter. Kami anggap mereka menjadi korban peralatan karena peluru yang terbuat dari kuningan itu sangat licin di tangan," ungkap Husain.

Atlet lain yang belum lolos adalah Dian Kartika di nomor lempar lembing putri, Puji Lestari (tolak peluru putri), Solikhin (jalan cepat putra), dan Himawan Aji (lempar cakram putra). (C16-78)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA