| Selasa, 29 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Pelti Jateng Targetkan Dua EmasSEMARANG- Pengurus Provinsi Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pengprov Pelti) Jateng optimistis cabang tenis mampu menyumbangkan dua medali emas di PON 2008. Keyakinan itu didasarkan pada materi atlet yang ada saat ini. Menurut Ketua Umum Pelti Jateng Kukrit SW, para petenis provinsi ini berada di jajaran atas daftar Peringkat Nasional Pelti (PNP). Raihan dua emas di ajang multicabang nasional itu pun dinilai sebagai target rasional. Tim tenis Jateng di PON nanti berkekuatan empat atlet putra dan empat atlet putri. Di kelompok putra terdiri atas Prima Simpatiaji (peringkat 2 PNP), Sunu Wahyu Trijati (9 PNP), Yusmawan Fahmi (21 PNP), dan petenis kawakan Sulistiyo Wibowo. Di bagian putri, Wynne Prakusya (pelatnas SEA Games 2007), Lavinia Tananta (4 PNP), Lutfiana AB (6 PNP), dan petenis muda Cyntia Melisa menjadi andalan. "Kami belum bisa memprediksi siapa yang akan meraih emas. Sesuai perhitungan, target dua emas kami harap bisa diraih anak-anak," terangnya. Pada PON 2004, Jateng meraih satu emas dan tiga perak di cabang tenis. Pada PON mendatang, Pelti Jateng berupaya menaikkan prestasi dengan menargetkan dua emas. Atlet tenis provinsi ini lolos otomatis tanpa melalui kualifikasi. Sebab, Jateng mempunyai masing-masing dua petenis putra dan putri yang berperingkat di bawah 10 PNP. Sesuai aturan PB Pelti, jika dua atlet putra dan dua atlet putri berperingkat di bawah 10 PNP, mereka berhak lolos PON tanpa kualifikasi. Menyongsong PON, cabang tenis menggelar pemusatan latihan (TC) sentralisasi mulai Februari di beberapa tempat. Sebagian besar atlet, yakni seluruh anggota tim putra serta Lavinia dan Lutfiana, akan mengikuti TC di Jakarta. Sedangkan Wynne berlatih di Singapura. Satu-satunya yang melakukan TC di Semarang adalah Cyntia. Program Mengenai program Pelti tahun ini, Kukrit menjelaskan pihaknya setidaknya akan menggelar lima turnamen. Turnamen tersebut di antaranya kejurda, kejuaraan yunior, dan kejuaraan nasional. "Pengprov Pelti bertanggung jawab untuk memperjuangkan regenerasi para petenis muda di Jateng. Ke depan dalam kurun waktu 4-5 tahun, kami berharap muncul bibit-bibit baru yang mampu menggantikan para seniornya," ungkapnya. Untuk menunjang program itu, Pelti akan mengupayakan adanya orang tua asuh bagi petenis. Pelti nantinya akan memilih lima petenis terbaik di Jateng untuk mendapatkan orang tua asuh. "Pelti akan merangking petenis yunior maupun senior di luar atlet PON. Mereka akan dicarikan orang tua asuh yang hobi serta peduli terhadap kemajuan tenis di Jateng," tegasnya. Dia menambahkan, program lain di antaranya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) wasit dan pelatih tenis. Pelti akan mendatangkan trainer wasit dan pelatih bertaraf nasional untuk memberi pelatihan bagi wasit dan pelatih di Jateng. (H32-78) |