| Selasa, 29 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Raikkonen Ingin Pensiun di Tim FerrariVALENCIA- Kimi Raikkonen tampaknya sudah cinta mati kepada tim Ferrari. Juara dunia Formula Satu asal Finlandia itu menyatakan Ferrari kemungkinan akan menjadi menjadi timnya yang terakhir. Raikkonen masih terikat kontrak dua tahun lagi bersama tim berjuluk Kuda Jingkrak itu. Namun, pembalap berusia 28 tahun tersebut mengungkapkan, dia mungkin akan mengakhiri kariernya dalam kejuaraan F1 bersama Ferrari, baik di musim 2009 atau sesudahnya. "Saya tak melihat alasan untuk meninggalkan tim ini. Saya masih memiliki kontrak dua tahun dengan Ferrari. Namun, dalam kasus ini saya yakin apapun yang terjadi, Ferrari akan menjadi tim terakhir saya," kata Raikkonen. Dia mengaku tak khawatir dengan kehidupannya setelah pensiun di arena F1. "Yang pasti, satu hari nanti saya perlu melakukan sesuatu yang lain. Mungkin ikut reli atau sesuatu yang lain. Saya belum tahu, tapi saya akan melakukan apa yang diinginkan," imbuhnya. Namun, dia tetap menolak berspekulasi waktunya pensiun. "Saya masih belum tahu. Ketika kontrak saya dengan Ferrari berakhir saya akan berusia 30 tahun. Itu mungkin waktunya memutuskan apa masih tetap lanjut atau berhenti," terangnya. Tertinggi Raikkonen memulai kariernya di F1 dengan bergabung sebagai pembalap reguler di tim Sauber pada 2001. Pada 2002-2006, dia membalap untuk McLaren-Mercedes. Kontrak yang ditandatanganinya bersama Ferrari ditaksir bernilai sangat tinggi. Dia disebut-sebut sebagai pembalap F1 dengan rekor bayaran tertinggi, gajinya diperkirakan mencapai 51 juta dolar AS. Gaya yang dingin adalah ciri khasnya. Sebagai individu, dia sosok yang pendiam. Mantan bos Ferrari Jean Todt mengaku Kimi tak sekomunikatif Michael Schumacher, figur yang digantikannya di tim Kuda Jingkrak. Namun, dia memiliki keseriusan yang sangat tinggi. Pria kelahiran Espoo itu tak banyak bicara, tapi dia mendengarkan dengan baik. Menjadi juara dunia kembali dengan Ferrari adalah ambisi Raikkonen yang lain. Patut dilihat pada akhir musim 2008 nanti, apakah keinginannya pensiun di Ferrari tak berubah. (ant,dtc-78) |