| Selasa, 29 Januari 2008 | WACANA |
Surat Pembaca"Jebakan" Oknum PolisiPada 11 Januari 2008 sekitar 10.30 saya mengendarai mobil dari arah Bandara A Yani melewati persimpangan Jl Siliwangi - Jl Gatot Subroto dan Jl Subali di depan rumah makan ayam goreng Suharti Krapyak Semarang. Lampu pengatur lalu lintas menyala hijau hingga saya beriringan dengan 3 mobil di depan berjalan dengan mengambil jalur sebelah kiri karena jalur kanan penuh truk yang berjalan lambat. Di seberang perempatan jalan depan Pos Polisi saya diberhentikan oleh petugas dan dikatakan saya melanggar aturan karena berhenti di jalur sebelah kiri. Saya bertahan dan mengatakan tidak melanggar karena tidak pernah berhenti di jalur kiri serta selama lampu hijau tetap berjalan berkonvoi dengan tiga mobil di depan saya. Namun oknum Polisi tersebut tetap ngotot saya melanggar dan meminta saya masuk Pos yang di dalamnya ada 2 Polisi lain. Kedua oknum tersebut juga ngotot saya melanggar, namun ujung-ujungnya saya diperas dengan ancaman denda pelanggaran Rp 200.000 atau diselesaikan dengan membayar Rp 50.000. Karena kesal, sekitar pukul 13.00 saya kembali ke persimpangan jalan tersebut dan memarkir mobil di seberang Pos Polisi untuk mengamati sepak terjang para petugas tersebut dalam "menjebak" para pengendara. Selama 30 menit mengamati, saya mencatat ada 7 mobil yang "dijebak" masuk perangkap dengan kasus seperti yang saya alami. Saya menghitung seandainya melakukan selama 6 jam saja/hari maka akan mendapatkan hasil minimal 6 x 14 x Rp 50.000 = Rp 4.200.000. Bila lebih dari 6 jam setiap harinya tentu hasilnya lebih besar lagi. Untuk menghindari korban lebih banyak, saya mengimbau kepada Kapolda untuk menutup Pos tersebut karena di lokasi itu hanya persimpangan jalan kelas IV (Jl Subali/Jl Gatot Subroto). Koenarto (081310171189) Srondol Bumi Indah Blok O-1B RT 6/RW 5 Banyumaik, Semarang Jawaban BNI Wonosobo Tanggal 22 Januari 2008 pukul 09.00 saya kedatangan 2 petugas Bank BNI Wonosobo untuk memberi penjelasan sehubungan dengan kelihan saya yang kesulitan dan wakyi yang lama saat membayar pajak seperti yang dimuat di Surat Pembaca beberapa waktu lalu. Mereka menyatakan kesulitan/kendala dalam melayani para pembayar pajak. Dikatakan meski telah mengusulkan menambah satu atau dua loket pelayanan pembayaran pajak tapi kendala utama ada pada sistem komputer. Karena selama ini saluran antara Bank BNI Wonosobo dengan Dirjen Pajak Jakarta hanya satu jalur sehingga harus mengantre. Bila yang satu jalur ini error maka pelayanan juga macet. Terima kasih atas penjelasan tersebut semoga dikemudian hari ada kebijakan dari Dirjen Pajak sehingga para pembayar pajak bisa terlayani dengan cepat dan baik. Hadi Siswoyo Adi JL Veteran 14, Wonosobo *** Untuk Kapolres Semarang Selatan Bapak Kapolres, mohon bantuan agar kasus saya dengan Sdr Gunandar (kasus penipuan dan penggelapan) segera diproses secara benar demi kepastian hukumnya. Saya sedih, capek, lelah hati dan merasa tidak dilayani semestinya. Slogannya, Polisi pelindung, pengayom, pahlawan dan selalu siap melayani masyarakat. Slogan ini teduh di hati tapi kosong. Perlu diketahui, pengaduan saya sejak dari Polsek Lamper yang dilimpahkan ke Polres Semarang Selatan. Kemudian dilimpahkan lagi ke Kejaksaan Negeri Semarang, dikembalikan sampai dua kali ke Polres Sumarang Selatan. Mengapa dan apa yang terjadi sampai kejaksaan dua kali menganggap berkas tidak lengkap dan tidak sesuai petunjuk?.Padahal sejak awal pengaduan sampai sekarang sudah hampir dua tahun. Miftakhul Falakh Kebon Agung RT 5/RW 4 Kec Kebon Agung, Demak *** Oknum Polisi Ungaran Kejadian ini saya alami pada 20 Januari 2008 saat ke Bawen mengantar saudara. Sampai di Pasar Ungaran, saya diberhentikan polisi yang meminta surat-surat kendaraan dan menyuruh mengikuti sampai ke pos depan bangjo Undaris. Oknum tersebut menyatakan saya kena tilang dan menunjukkan buku yang berisi denda yang harus dibayar yaitu tertulis Rp 1 juta. Menurut aturan katanya ukuran ban depan motor minimal 2.25, sedang motor saya ukuran 2.25. Dengan tidak sopan dan kesan melecehkan, oknum tersebut menanyakan kesanggupan saya untuk membayar denda atau mengikuti sidang. Karena tidak mampu membayar denda maka saya memilih sidang. Saya terkejut ketika tahu, sidang diadakan 20 Januari 2008 artinya hari itu juga. Yang lebih mengejutkan lagi, oknum polisi itu mengatakan sidang dimulai pukul 08.00 - 11.00. Padahal saat ditilang sudah menunjukkan pukul 11.30. Mana mungkin saya dapat mengikuti sidang. Ketika saya tanyakan kemungkinan sidang keesokan harinya, dia menjawab tidak bisa. Kalau ingin sidang keesokan harinya, saya harus membayar denda yang dia sebut sebagai uang parkir karena STNK saya menginap di pos. Setahu saya kalau sidang pasti diberi tenggang waktu minimal 1 minggu. Kalau sidang hari itu juga, terlebih sudah lewat dari jam yang ditentukan, apa bukan berarti pemerasan dan pemaksaan. Mau nggak mau saya harus membayar denda agar STNK keluar. Saat negosiasi jumlah denda, lagi-lagi oknumi tersebut berlaku tidak sopan. Dia berkata sambil merokok dan mainan ponsel. Di mana hati nuraninya. Apakah memang begitu sifat dan sikap seorang polisi dan bagaimana nasib bangsa ini kalau tingkah laku aparatnya seperti itu?. Mohon pihak yang berwenang bisa membimbing anak buahnya agar jangan suka memeras. Bagi pengendara lain mohon hati-hati dan waspada saat melintasi Ungaran. Ariestya Wahyuningrum Jl Pesanggrahan Raya 19, Semarang *** Tower XL Jl Poso Di Jl Poso (Jl Perintis Kemerdekaan) Tegal telah berdiri stasiun pemancar atau tower di dalam kompleks garasi bus PO Kurnia yang masuk wilayah RT 13/RW 6I Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur. Saat proses pembangunan berdasarkan izin yang diajukan, pemilik tower adalah Perusahaan Telekomunikasi XL Comindo. Pihak perusahaan yang mengerjakan berdasarkan kesepakatan akan memberikan kompensasi terhadap lingkungan dengan membayar iuran kas RT setiap bulan. Tetapi sampai kini mereka tidak pernah memenuhi janjinya. Selaku ketua RT setempat saya mencoba menghubungi pihak XL Center Tegal melalui surat teguran sebanyak 2 kali namun tidak pernah ditanggapi. Saya juga telah menghubungi lewat telepon dan berupaya menemui pimpinannta tetapi selalu mendapat jawaban satpam bahwa pimpinan tidak ada. Pernah pula mendapat jawabab bahwa tower yang di dalam garasi PO Kurnia bukan milik XL. Saya mohon pihak XL pusat atau perwakilan Tegal mengklarifikasi permasalahan tersebut. Bila pihak yang bertanggung jawab atas tower tersebut tidak memberikan penjelasan maka warga akan mengajukan peninjauan ulang atas izin dalam bentuk surat keberatan. Achmad Johari SPd Ketua RT !3/RW 5 Panggung, Semarang *** Mengagumi Gus Zuhri Gus Zuhri, nama yang cukup familiar di telinga umat Islam di bagian selatan Jateng, tepatnya di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Muda, energik, idealis, peduli dan kreatif menyebabkan kiai yang satu ini mempunyai gagasan cerdas dalam berdakwah dan mendampingi umat. Dia juga membentengi umat agar iman dan Islamnya kuat. Gus Zuhri rela merambah desa, hutan dan pegunungan serta pesisir laut untuk berdakwah. Sangat beruntung karena model dakwahnya digemari umat. Sosoknya merupakan oase di tengah padang pasir yang akan selalu menolong kepada merekayang membutuhkan. Terbukti tamunya banyak berdatangan dari seantero Nusantara bahkan mancanegara. Saya termasuk salah seorang yang didoakan dan diberi wiridan tertentu dan setelah saya amalkan, terasa perbedaannya dibanding sebelumnya. Hebatnya lagi, semua itu tanpa membayar mahar (gratis) dan dilakukan kepada semua tamunya. Saya ucapkan terima kasih dan mengagumi Gus Zuhri. Beliau pengasuh Ponpes "Usman Ali" Mlaran Gebang, Purworejo. Widodo Solikoe Perum Cipta Graha Permai 178 Borokulon, Purworejo *** Lagi, Cara Penipuan Berdalih Reuni Loyola Di zaman yang serba sulit saat ini, banyak modus penipuan yang dilakukan oleh oknum tertentu. Tanggal 14 Januari 2008, saya didatangi seorang laki-laki yang mengaku teman satu angkatan (angkatan 98) di SMA Kolese Loyola Semarang. Untuk meyakinkan, dia membawa katalog Loyola, bercerita tentang banyak mengenai sekolah saat ini. Anehnya dia bisa bercerita tentang teman-teman seangkatan lain,tentang pekerjaan dan kehidupan mereka sekarang. Awalnya saya agak ragu karena wajahnya sama sekali tidak saya kenal saat sekolah di sana. Namun dia meyakinkan bahwa dalam jangka waktu 10 tahun, wajah orang bisa berubah. Kemampuannya bercerita membuat saya lengah. Dia juga bercerita tentang reuni yang akan diadakan mendatang bahkan meminta saya sebagai salah satu panitia. Di akhir cerita dia mengaku mobilnya mogok dan tidak mempunyai uang untuk mengambil. Untuk itu dia meminjam sejumlah uang yang akan dikembalikan malam itu juga sehabis mengambil mobil. Tanpa sadar, saya pun memberi uang yang dimintanya. Setelah dia pergi, saya baru sadar kena tipu. Nomor ponsel yang diberikan tidak pernah aktif, alamat pekerjaan juga palsu setelah saya cek lewat telepon. Saya segera konfirmasi ke beberapa teman satu angkatan 98, ternyata banyak dari mereka yang juga tertipu. Jumlah uang yang dimintanya pun bervariasi. Dia juga menipu orang tua teman jika yang bersangkutan kebetulan berada di luar kota atau luar negeri. Saya imbau teman-teman eks-Loyola terutama angkatan 98 agar berhati-hati. Penipu ini berkata meyakinkan seolah-olah dia memang mengenal siswa-siswa angkatan 98 Loyola dengan sangat baik. Dalam aksinya, dia membawa katalog, brosur atau selebaran reuni. Tidak menutup kemungkinan, suatu hari dia membawa katalog Domenico Savio, Karangturi dan sekolah favorit lain sehingga bisa menipu banyak orang. Shintya (081325549007) Jl Taman Anjasmoro 17, Semarang *** Penipu Masuk Kampung Seorang suami-istri dengan dua anak kecil mengaku bernama Mikhael Reza Saputra SH (30), tinggi/berat badan 165/58, pekerjaan servis ponsel, rambut pendek. Istri bernama Apriyanti (25) pendidikan SLTA, pekerjaan ibu rumah tangga, tinggi/berat 165/54. Anak: Ellena Nathasya Freya S (2) dan Kevin Saputra (9 bulan). Orang tersebut mencari kontrakan dan tinggal di rumah Mbah Kessi selama 2 minggu. Dia selalu menggunakan bahasa krama inggil. Sudah izin RT dan punya KK hingga pindah ke rumah Bapak Kasrul di Jl Sawunggalih 81 belakang RT 2/RW 4. Dia menipu banya tetangga dengan cara meminjam motor dan menampung ponsel rusak serta jual-beli. Nama-nama orang yang dirugikan antara lain Bapak Lukas, motor dan ponselnya. Kemudian Ibu Endang (ponsel), Bapak Herry (ponsel dan Rp 1,4 juta), Bapak Budi Herianto (uang Rp 350.000). Bapak Hany (ponsel), Counter HP Semawung (2 ponsel rusak) serta Counter Grabag (2 ponsel rusak). Penipu tanggal 9 Januari 2008 malam melarikan diri sekeluarga dengan rumah terkunci dengan berboncengan motor D 3374 QS. Kebiasaan membawa tas digantung di badan untuk menaruh barang. Mohon masyarakat berhati-hari bila berhubungan dengan orang tersebut. Budi Haryanto Semawungdaleman RT 1/RW 4, Kutoarjo *** PLN Kini Lembut Cuaca akhir-akhir ini yang kurang baik kadang menyebabkan aliran listrik tiba-tiba padam. Kalau sudah padam pasti ada anggota yang akan minta penjelasan di pos penjagaan PLN. Nah untuk itu dibutuhkan jawaban yang cukup santun dan lemah lembut. Beberapa waktu yang lalu ketika listrik di rumah padam, saya langsung telepon ke Pos PLN dan terkejut mendapat jawaban yang lemah lembut dan santun. Merenungi jawaban ini barangkali saya perlu menginformasikan kepada para pimpinan PLN untuk terus meningkatkan pelayanan kepada publik sebaik mungkin sesuai dengan perkembangan dunia global. Sudah saatnya PLN menunjukan baktinya kepada masyarakat yang daerahnya belum tersentuh listrik. Di beberapa tempat di Kota Semarang saja banyak yang masih rawan sehingga menghawatirkan terjadinya tindak kriminal. Semoga dengan diperolehnya ISO oleh PLN akan meningkatkan kinerjanya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Bravo PLN. Parmanto SH MHum Jl Meranti Raya 301, Semarang. Kontrak Ivan Kolev Menyinggung terpuruknya prestasi pada Liga maupun Copa 2006-2007, maka sudah saatnya PSIS melakukan beberapa langkah jitu mumpung waktu bergulirnya Kompetisi 2007-2008 masih lama. Hal ini penting untuk mendongkrak prestasi tim kebanggaan warga Semarang khususnya dan Jateng umumnya tersebut. Salah satu langkah penting adalah pemilihan pelatih. Kalau selama ini PSIS hanya melirik pemain asing, maka sudah saatnya juga menggunakan pelatih asing. Ini perlu dilakukan agar ada variasi penampilannya di lapangan dan menambah semarak. Salah satu pelatih bertalenta yang sudah mengenal sepak bola Indonesia adalah Ivan Kolev. Dengan ciri permainan cepat dan atraktif, saya yakin prestasi PSIS akan meningkat tajam dan menambah gairah penonton stadion Jatidiri. Mungkin masih segar dalam ingatan bagaimana pemain PSSI senior berlaga di piala Asia saat melawan Korea, Bahrain dan lainnya benar-benar memukau. Apalagi manajemen saat ini mengutamakan pemain muda bertalenta. Ini cocok dengan skema dan gaya permainan yang memerlukan banyak stamina dari para pemain yang masih segar bugar. Namun tentu saja PSIS harus segera berburu pemain muda tersebut terutama yang bekas Timnas usia 23. Kalau tidak cepat ya terpaksa gigit jari karena sudah diambil tim lain. Semoga PSIS makin jaya. Gathit Sutarjo SPd Jl DI Panjaitan 19, Temanggung *** Sudah Menyala Terima kasih kepada petugas PLN yang telah datang ke rumah dan memberikan klarifikasi serta penjelasan sehubungan tulisan saya di Surat Pembaca 15 Januari 2008 berjudul "Sweeping PLN". Esok harinya tanggal 16 Januari 2008 LPJ (Lampu Penerangan Jalan) di perempatan RT 1/RW 5 telah nyala kembali. Semoga kelapangan hati serta luangnya waktu untuk ke lapangan menjadi amal dalam bertugas dan dapat dicontoh oleh instansi lain. Dharma Setyanto Tlangu RT 1/RW 5 Sukorejo, Kendal *** Modul Surat Bahasa Inggris Gratis Saya menawarkan modul surat menyurat bahasa Inggeris (English Correspondence Lesson) kepada pembaca secara gratis sebagai sumbangan pendidikan bagi masyarakat. Modul tersebut bisa digunakan yang sedang belajar bahasa Inggris dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi atau bahkan yang lagi menyiapkan lamaran kerja . Melalui modul ini akan menguasai penulisan surat menyurat Bahasa Inggris dalam waktu 7 menit saja. Peminat bisa kirim surat dengan melampirkan prangko balasan secukupnya/ tidak perlu kilat) dengan bertuliskan kode ECL pada sudut kiri atas amplop. Sri Rahayu (0281-7681786) Jl Tipar Baru I/ 23, Purwokerto |