| Selasa, 29 Januari 2008 | MURIA |
Daerah Endemis DBD Bertambah BanyakBLORA - Desa dan kelurahan di Blora yang dinyatakan endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD) bertambah banyak. Jika tiga tahun lalu hanya 6 desa, tahun ini meningkat menjadi 28 desa. Penentuan daerah endemis didasarkan adanya kasus DBD di daerah tersebut selama tiga tahun berturut-turut. Dari 16 kecamatan di Blora, kecamatan di wilayah perkotaan seperti Cepu dan Blora, merupakan dua kecamatan yang paling banyak desanya dinyatakan endemis. 17 desa/kelurahan di Cepu, 7 desa di antaranya endemis DBD, yakni Desa Kapuan, Tambakromo, Balun, Cepu, Nglanjuk, Karangboyo, dan Ngroto. Sedangkan di Kecamatan Blora, lima kelurahan endemis DB, yaitu Kelurahan Mlangsen, Tempelan, Kauman, Karangjati, dan Desa Sonorejo. Sedangkan kecamatan lain yang wilayahnya endemis DBD masing-masing Kecamatan Jepon (2 desa), Kecamatan Tunjungan (3 desa), Kecamatan Banjarejo (2 desa), dan Japah (1 desa). Selain itu, Kecamatan Todanan (2 desa), Kedungtuban (2 desa), Randublatung (2 desa), dan Kecamatan Jati (2 desa). Selain 28 desa endemis itu, berdasarkan data Dina Kesehatan (Dinkes), 102 desa potensial DBD dan 165 desa lainnya sporadis. Desa potensil adalah desa yang sesuai hasil survei ditemukan index house (IH) jentik nyamuk lima persen. Sedangkan desa sporadis adalah desa yang dalam jangka waktu lima tahun ada penderita DB. Pengasapan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Henny Indriyanti menyatakan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin agar jumlah penderita DBD bisa berkurang. Antara lain dengan pencegahan, seperti mengintensifkan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3 M, yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Selain itu, menyiapkan bubuk abate serta melakukan fogging (pengasapan). Dokter di setiap puskesmas juga diminta segera memberikan penanganan bagi penderita DBD. Dari semua langkah tersebut, kata Henny, PSN merupakan pencegahan DB yang paling efektif. "Pengasapan kurang efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa," ujarnya, kemarin. Sementara itu, dari data yang berhasil dihimpun hingga Senin (28/1), jumlah kasus DBD tahun 2008 ditemukan 70 kasus. 68 orang penderita berhasil disembuhkan setelah mendapatkan perawatan dokter. Sedangkan dua penderita DBD lainnya meninggal dunia.(H18-76) |