logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 29 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

Perbatasan Mesir-Gaza Ditutup Lagi

RAFAH - Penerobosan perbatasan Mesir-Gaza oleh ratusan ribu warga Palestina mungkin segera berakhir. Pasalnya, pasukan keamanan Mesir dan militan Hamas, kemarin, memasang kawat berduri di salah satu perlintasan yang terbuka di perbatasan itu.

Tiga truk pasukan keamanan Mesir turun di gerbang ''Brazil'' dan memasang kawat berduri di sepanjang perlintasan masuk ke Mesir. Mereka dibantu oleh sejumlah militan Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza.

Sementara itu, di gerbang utama Salah Eddin, pasukan keamanan Palestina dan Mesir menjaga beberapa perlintasan.

Mereka melarang mobil-mobil sipil dan truk melintas. Sedangkan para pejalan kaki mengunjungi toko-toko yang kosong untuk mencari makanan dan barang-barang lain untuk dibawa pulang ke Gaza.

''Saya diberitahu tak satu pun mobil pribadi warga Gaza diizinkan masuk, hanya truk yang boleh lewat. Jangan membantah. Perintah ini diubah dati atas,'' kata seorang penjaga keamanan kepada seorang pria yang berusaha membawa ibunya melintasi perbatasan itu.

Enam hari setelah Hamas merobohkan tembok perbatasan dengan Mesir untuk mengakhiri dua dasa warsa blokade, pihak berwenang di kawasan itu masih berjuang menerapkan sistem baru untuk mengendalikan perbatasan itu.

Kirim Bantuan

Mesir ingin menerapkan kembali kontrol bersama atas perbatasan itu - antara Otoritas Palestina, Israel, dan pemantau Uni Eropa, namun Hamas menolak sistem lama itu dan mendesakkan sistem baru, yang memberi wewenang lebih besar kepada kelompok militan itu.

Sebagian besar negara Arab menyatakan simpatinya atas nasib warga Palestina.

Kantor berita Mesir MENA, Minggu lalu melaporkan satu badan amal mengirim iring-iringan sebanyak 50 ton makanan dan obat-obatan untuk rakyat Palestina yang menghadapi krisis kemanusiaan di Gaza.

Makanan dan obat-obatan tersebut akan dibagikan kepada rakyat di Jalur Gaza guna membantu mereka menghadapi kebijakan pemblokiran Israel, kata wakil ketua lembaga itu Abul-Enein Charity Somaya Abul-Enein.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari pengarahan Presiden Mesir Hosni Mubarak kepada masyarakat sipil untuk membantu rakyat Palestina.

Mubarak telah berjanji bahwa negerinya takkan membiarkan rakyat Palestina di Jalur Gaza dilanda kelaparan.

Jumat lalu, Perhimpunan Dokter Mesir mengirim iring-iringan yang membawa 40 ton daging dan kebutuhan lain serta enam ton obat ke Gaza. (ap-niek-ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA