SUARA MERDEKA
 
INDEKS KEDU & DIY Senin, 28 Januari 2008

YOGYAKARTA - Sejak harga kedelai melambung, pembuat tempe mengurangi produksinya bahkan ada yang berhenti total. Kini makanan tradisional tersebut susah diperoleh. Di warung-warung makan biasanya selalu ada tempe namun sekarang nyaris menghilang.

YOGYAKARTA - Cuaca tidak bersahabat melanda Yogyakarta dan sekitarnya beberapa hari terakhir ini. Bahkan, Sabtu (26/1) petang lalu, hujan turun disertai angin kencang setelah sebelumnya cuaca terasa sangat panas. Tiba-tiba, langit kelam dan hujan sangat deras turun.

YOGYAKARTA - Untuk lebih memasyarakatkan ekonomi syariah, mulai 7 hingga 10 Februari 2008 akan digelar Festival Ekonomi Syariah (FES) 2008 di Plaza Ambarrukmo Plaza, Yogyakarta.

BANTUL - Sedikitnya 49 bangunan di kawasan objek wisata Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Sabtu (26/1), terpaksa dibongkar paksa oleh Satpol PP. Hal itu karena toleransi yang diberikan Pemkab Bantul,

YOGYAKARTA - Dari 200.000 balita di Yogyakarta, 2.000 di antaranya mengalami gizi buruk. Adapun 20.000 lainnya kekurangan gizi. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY dokter Bondan Agus Suryanto mengatakan hal itu, kemarin. "Masih adanya balita menderita gizi buruk menandakan kurangnya asupan makanan bergizi, penyakit, dan faktor kemiskinan," ujarnya.

YOGYAKARTA - Mantan Rektor UGM Prof Dr Sofyan Effendi MPIA memunculkan gagasan dan pemikiran baru menyikapi kemelut status keistimewaan Provinsi DIY. Menurut dia, yang paling penting dan perlu dilakukan sebagai strategi untuk menyelesaikan ketegangan dan kebuntuan politik,

YOGYAKARTA - Warga Kemusuk, Sedayu, Bantul menggelar tahlil setelah mendengar mantan Presiden Soeharto meninggal dunia. Mereka juga memasang bendera setengah tiang. "Kabar meninggalnya Pak Harto kami terima dari salah seorang kerabat di Jakarta tadi siang, mulai hari ini warga mengadakan tahlilan sampai tujuh hari," ungkap Aryowinoto, putra Noto Suwito yang merupakan adik tiri Soeharto.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA