| Senin, 28 Januari 2008 | RAGAM |
Suka KeteduhanALOKASIA hanya ditemukan di Asia dan Amerika Selatan. Dari dua kawasan ini terdapat 70 spesies (jenis). Yang populer dan eksotik antara lain Alocasia suhirmaniana (Sulawesi), A. chaii (Malaysia), A. caprea (keladi tengkorak), Nebula elaine (Kalimantan), serta Loter-bachiana metallica dari Papua. Ada lagi yang dikenal sebagai black velvet, alokasia perak (Serawak), reversa, longiloba lowii, cadier, corozon, sintang, melo, imperialis, infernalis, dragon scale, venusta, ninja, blue shield, nebula, dan neon. Semua jenis tanaman alokasia termasuk dalam keluarga Araceae. Indonesia merupakan gudangnya tanaman dari keluarga ini. Tanaman ini menyukai lingkungan teduh. Kebutuhan cahaya hanya sekitar 400 foot candles, atau dengan tingkat kelembaban sekitar 60 persen. Suhu idealnya 20-25 derajat Celcius. Di habitat asli, alokasia tumbuh di bawah naungan pepohonan besar dan lembab, atau sering pula dijumpai di seresah daun. Akarnya yang lunak mudah menembus media semacam itu. Media Tanam Dengan demikian, media terbaik adalah kompos daun bambu dicampur tanah lempung. Lebih bagus lagi jika tanahnya diambilkan dari lokasi asal alokasia. Disarankan tidak menggunakan pasir malang. Meski bersifat porus, pasir malang tidak disukai alokasia. Media lain yang disukai adalah campuran pakis, kompos daun bambu, dan kotoran sapi (rasio 1:1:1). Jika Anda tidak punya waktu atau biaya, bisa juga menggunakan media yang lebih sederhana. Yaitu campuran kompos, tanah, dan sekam. Dengan media ini, alokasianya tumbuh bagus. Tumbuhan ini tidak harus ditanam di dalam pot. Ia bisa tumbuh baik di halaman/pekarangan, karena aslinya memang tumbuh di hutan. Penyiraman jangan terlalu sering. Yang jelas alokasia tidak suka basah, tetapi menyukai lingkungan lembab dan teduh. Jika udara terasa kering, sirami daerah sekitar media tanam agar suasana lebih lembab. Selama humus atau kompos masih tersedia dalam media, pemupukan tidak perlu dilakukan. Musuh utama alokasia adalah kutu putih (millibug). Kutu ini menempel di balik daun, sehingga daun menguning dan mati. Jika menjumpai hama ini, ambillah dengan tangan. Kalau jumlahnya terlampau banyak, gunakan insektisida. Selain hama, cendawan juga menjadi musuh alokasia. Daun yang terserang tiba-tiba membusuk dan menjalar ke daun-daun lainnya. Jika daun sudah kuning, biasanya umbinya rusak berat. Sekali kagi, cara menghindarinya adalah jangan menyirami tanaman cecara berlebihan. (Dela SY-32) |