logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Januari 2008 PANTURA
Line

Warga Muarareja Minta Perbaikan Tanggul

TEGAL - Warga Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat meminta Pemkot Tegal untuk segera memperbaiki tanggul Sungai Kemiri yang ambrol sekitar dua bulan lalu. Sebab, apabila tidak secepatnya diperbaiki, kerusakan tanggul akan semakin parah karena hujan lebat diperkirakan masih sering terjadi.

Menurut salah seorang warga, Surono (40), kondisi demikian akan menyebabkan jalan ikut tergerus, termasuk areal tambak yang ada di sekitarnya. Selain itu, dikhawatirkan pondasi jembatan Muarareja pun ikut ambrol. Sebab, jarak antara talud yang ambrol dengan pondasi jembatan hanya sekitar 50 meter.

Hal serupa juga disampaikan warga lain, Nuri (50). Menurut dia, dampak lain yang ditimbulkan oleh ambrolnya talud dengan ukuran panjang sekitar 30 meter dan kedalaman mencapai dua meter itu, menyebabkan sebagian Sungai Kemiri dangkal. Hal itu dinilai menghambat arus lalu lintas kapal nelayan. ''Karena itu kami mendesak Pemkot segera menangani persoalaan ini,'' tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Ir HM Wahyudi mengaku, pihaknya beberapa hari lalu telah meninjau ke lokasi. Upaya perbaikan akan segera dilakukan dengan cara pemasangan batu belah dan kawat bronjong. Namun, untuk jumlah biaya yang dibutuhkan masih dalam penghitungan. ''Kami masih menghitung jumlah biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki tanggul yang ambrol,'' ujarnya.

Menurut dia, rencananya perbaikan dilaksanakan setelah perbaikan tanggul di Sungai Kemiri, Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana selesai dikerjakan. Perbaikan sementara dilakukan dengan menggunakan bambu, kawat matras atau bronjong dan karung berisi pasir.

Kawat matras dan karung yang digunakan untuk memperbaiki tanggul diperoleh dari bantuan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air wilayah Pemali-Comal. Jumlah karung yang dibutuhkan sebanyak 1.000 lembar dan kawat matras sebanyak 100 unit, dengan ukuran lebar 0,5 meter dan panjang 2 meter.

Koordinasi

Wahyudi menambahkan, pihaknya kini juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Pemali-Juwana Jateng untuk penanganan sejumlah tanggul yang terancam rusak. Selain itu, meminta untuk pengecekan terhadap pintu air yang macet. ''Dengan upaya ini kami berharap, ketika hujan lebat turun tidak terjadi banjir hingga menggenangi rumah warga,'' katanya.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, tanggul Sungai Kemiri sepanjang 30 meter dengan ketinggian sekitar dua meter di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat ambrol. Hal itu terjadi karena tanggul itu tergerus air sungai saat terjadi hujan lebat. (H17-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA