| Senin, 28 Januari 2008 | PANTURA |
Sambut Imlek dengan Membagi BerasDALAM - rangka memperingati Hari Raya Imlek 2559 (tahun 2008) dan melaksanakan kepedulian kepada masyarakat, seksi sosial Yayasan Tri Dharma Tegal, Minggu (27/1) mengadakan pembagian beras (Cay Pin) kepada warga kurang mampu di Kelenteng Tek Hay Kiong, Jl Gurami 2-4, Kota Tegal. Menurut Ketua Umum Yayasan Tri Dharma Tegal Gunawan Ade Budi, pembagian beras ini rutin dilakukan oleh Kelenteng Tek Hay Kiong setiap tanggal Cap Jie Gwee Jie Sha (bulan 12 tanggal 23) Imlek. Maksud dari pembagian beras kepada kaum tidak mampu ini adalah sebagai perwujudan nilai kebajikan manusia. Kaum Tionghoa percaya bahwa pada tanggal Cap Jie Gwee Jie Sha atau bertepatan dengan Hari di mana Chau Kun Kong Sang Sin (Malaikat Dapur) melapor kepada Tuhan YME mengenai karma baik dan karma buruk yang dilakukan oleh manusia. ''Kegiatan ini dilakukan sebagai lanjutan dari kebiasaan atau adat yang telah dilakukan ratusan tahun lalu,'' jelas Gunawan. Dalam kegiatan tersebut disediakan paket beras bagi 3.200 KK. Masing-masing KK memeperoleh beras sebayak 6 kilogram. Selain itu juga dibagi kecap, obat nyamuk dan teh. Pembagian beras dilakukan dengan menggunakan sistem kuponisasi yang telah dibagi pada hari Minggu sebelumnya (20/1) di Kelenteng Tek Hay Kiong. Untuk mendapat kupon, warga wajib menunjukkan kartu keluarga. Menurut Ketua Seksi Sosial Kwee Tjoen Bie, beras yang dibagikan tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang diperuntukkan bagi 2.000 KK. Ikut Antre Selain penerima kupon, warga yang tidak mendapat kupon juga turut mengantre, di antaranya Tasriyah (55) warga Petiangan, Dampyak dan Rukayah (40) warga Muarareja. Mereka sejak pukul 08.00 sudah datang ke Kelenteng Tek Hay Kiong, dengan harapan bisa mendapat bagian beras. ''Ya barangkali ada sisa, saya bisa kebagian,'' ujar Rukayah. Selain mengadakan kegiatan bakti sosial, dalam rangka memperingati Imlek, Yayasan Tri Dharma SeksiRumah Ibadah atau kelenteng Tek Hay Kiong Tegal, akan mengadakan upacara sembahyangan memasuki tahun baru Imlek pada tanggal 7 Februari atau Cia Gwee Ce It 2559. ''Makna dari sembahyang ini adalah sebagai ungkapan rasa terima kasih dan mohon berkah keselamatan kepada Tuhan YME, untuk memasuki tahun baru Imlek 2559 (Tahun Tikus),'' jelas Gunawan. Dan pada tanggal 15 Februari atau Cia Gwee Ce Kauw akan diadakan sembahyang Keng Thi Kong atau sembahyang Hari Ketuhanan, yang bermakna sebagai ungkapan terima kasih dan mohon keselamatan agar terhindar dari pengaruh buruk atau bencana dalam kehidupan. (Cessnasari-15) |