| Senin, 28 Januari 2008 | PANTURA |
Sosialisasi Konversi Gas Elpiji Perlu Segera DilaksanakanTEGAL - Guna mengantisipasi kericuhan saat program konversi minyak tanah ke gas elpiji dilakukan di Kota Tegal, sosialisasi ke masyarakat, khususnya calon penerima, harus segera dilaksanakan. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan Pemkot Tegal, Drs Chairul Huda, kemarin. Menurut dia, dalam tahap sosialisasi perlu melibatkan langsung RT maupun RW. Pasalnya, mereka secara langsung bisa membantu dalam proses untuk praktik pemasangan maupun cara penggunaan kompor gas elpiji. ''Selama ini masyarakat masih banyak yang kurang paham dengan penggunaan kompor elpiji,'' katanya. Terkait masalah tersebut, lanjut dia, pihaknya Senin (28/1) rencananya akan kembali menggelar rapat koordinasi dengan Pertamina. Rapat di antaranya, membahas masalah jumlah calon penerima kompor dan tabung gas elpiji, serta pelaksanaan sosialisasi program tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 55.000 kepala keluarga (KK) di Kota Tegal akan mendapatkan kompor, gas dan tabung elpiji berukuran tiga kilogram. Menurut Kepala Wira Penjualan PT Pertamina Kota Tegal, Ari Anggoro, bantuan tabung dan gas elpiji itu akan dimulai di Kota Tegal pada tahun 2008. ''Penggadaannya akan dimulai pada triwulan pertama atau bulan April 2008 mendatang,'' katanya. Kompor Dia mengemukakan, selain mendapat tabung dan gas elpiji, rencananya warga juga akan diberi kompor gas, regulator dan selang secara gratis. Hal itu didasarkan pada ketentuan Surat Manajer Gas Domestik Region III No 003/FI3500/ 2008-53 tanggal 3 Januari 2008, Tentang Rencana Sosialisasi Konversi Minyak Tanah ke LPG 3 kilogram. Meskipun demikian, lanjut dia, program tersebut akan mulai dilakukan jika pemerintah dan warga telah siap. ''Jumlah penerima sementara tercatat 55.000 KK, tetapi jumlah tersebut bisa berubah, tergantung dari hasil pencatatan dan validasi sesuai kriteria yang ditetapkan,'' ujarnya. (H17-15) |