logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

Alexandre Pato Merajalela

MILAN- Penyerang belia AC Milan, Alexandre Pato, bermain bak seorang penari. Liukannya membuat seisi San Siro terkesima. Terlebih ketika dua gol kemenangan 2-0 Milan tercipta dari kaki dan kepalanya. Gemuruh sorak untuk eks striker Internacional Porto Alegre itu pun membahana.

Pato dua kali mengoyak gawang Genoa yang dijaga rekannya sesama Brasil, Rubinho. Gol pertama diciptakannya menit ke-69, dan sebuah lagi lahir karena kecepatannya berlari dan melewati para pemain bertahan Genoa menit ke-82.

Dia juga berkontribusi besar atas diusirnya Rubinho keluar lapangan pada menit ke-70. Rubinho dipaksa melakukan penyelamatan kasar dengan menghalau bola memakai tangan jauh di luar kotak penalti. Jika kiper itu tidak meninju bola yang tengah digiring Pato, bukan tak mungkin akan ada hattrick dalam pertandingan tersebut. "Dia bermain luar biasa. Anda tidak bisa memberikan pujian yang lebih bagus dari itu," kata pelatih AC Milan, Carlo Ancelotti.

Gocekan taktis, lari yang cepat, dan kemampuan sama bagusnya antara kaki kanan-kiri dengan kepala, membuat Pato tampil nyaris tanpa cela. Dia bahkan langsung menenggelamkan kharisma seniornya yang juga pemain terbaik dunia tahun ini, Kaka. "Tetapi dia baru 19 tahun. Dia masih harus melalui banyak ujian," tambah Ancelotti.

Dengan dua gol Pato itu, Milan bergerak naik. Mereka kini berada di peringkat tujuh Serie A Liga Italia dengan 27 poin dari 18 pertandingan. Tapi, raihan angka mereka masih jauh dari pemimpin klasemen Inter Milan yang mengoleksi 50 poin dari 20 partai.

AS Roma

AS Roma memperkecil jurang pemisah dengan Inter Milan menjadi hanya berselisih lima poin setelah tandukan pemain asal Brasil, Mancini, menentukan kemenangan kandang 1-0 atas Palermo. Inter, yang kini mengantongi 50 poin, tertahan setelah dipaksa bermain imbang 0-0 lawan Udinese di Friuli.

Roma mendominasi pertandingan mulai dari awal. Tembakan Simone Perrotta masih melebar pada menit-menit awal. Pemain tengah David Pizarro kemudian melakukan tendangan penalti setelah dia dijatuhkan lawan di kotak penalti. Namun penalti itu gagal membuahkan gol.

Palermo, yang empat kali kalah secara beruntun dalam semua kompetisi, masih bisa bertahan dengan baik dalam pertandingan itu sampai bek Leandro Rinaudo dikeluarkan saat babak kedua baru berlangsung 12 menit. Dia menghalangi dengan kasar langkah Matteo Brighi.

Dua menit kemudian Mancini melompat tinggi sambil menanduk bola yang menghunjam masuk ke sudut gawang Rodrigo Taddei, sehingga stadion meledak dalam teriakan kegembiraan.

Kapten Roma Francesco Totti, yang absen pada dua pertandingan sebelumnya karena sakit flu, merayakan 200 gol dalam kariernya bagi klub itu dalam suatu upacara sebelum pertandingan dimulai. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA