| Senin, 28 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Gagal Total di KoreaSEOUL- Indonesia gagal meraih satu gelar pun pada turnamen bulu tangkis Korea Terbuka Super Series 2008. Dua pasangan finalis, Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto dan Flandy Limpele/Vita Marissa, ditaklukkan lawan-lawan mereka. Ganda putra Luluk/Alven yang sedang mengejar gelar pertama mereka sejak 2005, gagal mengatasi permainan cepat unggulan kedua asal China Fu Haifeng/Cai Yun di Seoul, Minggu (27/1). Fu/Cai menang 21-7, 20-22, 21-17 di final turnamen berhadiah total 300.000 dolar AS (sekitar Rp 2,8 miliar) "Tadi pada set pertama mereka langsung bermain cepat. Kami tak diberi kesempatan untuk berkembang," ujar Alven. Pada set pembuka, dia bersama Luluk hanya mampu mengumpulkan tujuh poin. "Set kedua kami mulai mengimbangi permainan cepat mereka dan meningkatkan tempo permainan. Hasilnya bisa menang. Terus set ketiga sama dengan kedua, bedanya kami banyak membuat kesalahan sendiri di saat-saat akhir," imbuhnya. Permainan cepat dan bertenaga pasangan nomor dua dunia itu diakui sebagai kesulitan terberat yang harus diatasi Luluk/Alven. Padahal mereka menemukan irama permainan yang tepat pada set kedua. Pada laga lain, ganda campuran Flandy/Vita tak mampu mempertahankan keunggulan pada set pertama. Kekalahan di dua set terakhir membuat mereka gagal meraih gelar pertama tahun ini. Pasangan yang menjadi unggulan keempat itu menyerah dari pasangan tuan rumah Lee Yong-dae/Lee Hyo-jung 21-15, 14-21, 18-21. Lee/Hyo-jung pekan lalu menjadi runner-up di Malaysia Super Series 2008. Hasil tersebut membuat rekor pertemuan mereka menjadi 1-1 dalam dua laga. Pada pertemuan terdahulu di Hong Kong Super Series 2007, Flandy/Vita menang. Kurang Bagus Hasil kurang bagus juga diraih China. Negeri Tirai Bambu itu hanya membawa pulang dua gelar melalui ganda putra serta ganda putri. Padahal mereka meloloskan finalis di empat nomor, kecuali ganda campuran. Selain Fu/Cai, titel kampiun direbut unggulan keempat ganda Du Jing/Yu Yang. Du/Yu mengungguli Gao Ling/Zhao Tingting 21-15, 21-13 dalam duel all-China final. Di nomor tunggal putra, juara dunia Lin Dan secara mengejutkan gagal menundukkan pemain tuan rumah nonunggulan Lee Hyun-il. Lee mengatasi pebulu tangkis China itu dengan skor 4-21, 23-21, 25-23 dalam waktu satu jam 11 menit. Unggulan ketiga tunggal putri asal China Lu Lan juga bernasib sama. Dia gagal mengatasi mantan pemain nasional China, Zhou Mi, yang sekarang bermain membela Hong Kong. Zhou menang 21-18, 15-21, 21-15. (ant-78) |