| Senin, 28 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Ricardo Betah di PersipuraSOLO-Bek Persipura Ricardo Salampessy mengaku punya minat memperkuat klub-klub di Pulau Jawa. Sekalipun demikian, pemain kelahiran Ambon 18 Februari 1984 itu belum berminat untuk mencari klub baru. Dia masih betah bermain untuk pasukan ''Mutiara Hitam'' dan berharap bisa mengantarkan timnya meraih gelar juara. "Saya tetap berminat untuk bermain di klub-klub baru. Namun, saya masih betah di Persipura. Suasana di sana sangat menyenangkan,'' tuturnya. Sejak direkrut Persipura dari Persiwa Wamena pada 2006, dia langsung melejit menjadi salah satu pemain belakang yang tangguh. Padahal, ketika itu Ricardo sempat diminta oleh pelatih Persiwa Djoko Susilo untuk mempertimbangkan kembali tawaran Persipura. Pasalnya, saat itu pasukan Mutiara Hitam dihuni deretan bek terbaik seperti Jack Komboy, Mauly Lessy, David da Rocha dan Nsangue Raymond. Dikhawatirkan dia bakal kesulitan menjadi starter . Djoko berharap Ricardo menjalani proses pematangan sebelum bermain untuk tim-tim yang lebih besar. Kenyataannya, kekhawatiran itu tak terbukti. Tenang Bekas anak asuhnya tak kesulitan menghadapi persaingan ketat di Jayapura, karena memenuhi persyaratan sebagai pemain belakang andalan. Penampilannya tenang, elegan, dan tanpa kompromi namun tidak kasar. Bukan hal mudah bagi pemain depan lawan untuk melewatinya. Pada final Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007 itu mampu membuat barisan penyerang Sriwijaya FC seperti Keith Kayamba, Anoure Obiora dan Benben Berlian kesulitan menembus lini pertahanan. Bahkan, Kayamba jarang mendapat bola matang untuk melakukan shooting karena keburu diadang Ricardo. "Saya tidak ditugaskan untuk mengawal siapa pun termasuk Kayamba. Di final, saya difungsikan sebagai libero untuk meng-cover daerah pertahanan. Ini yang menjadikan saya mengadang siapa pun yang hendak masuk daerah pertahanan," tutur Ricardo yang menyebut striker Aliyudin sebagai pemain depan yang paling sulit dihadapinya selama berlaga di Senayan. "Dia striker yang licin. Meski bertubuh kecil, kecepatannya sungguh luar biasa. Dia juga sangat gesit. Bagi saya lebih sulit menghadapi Aliyudin dibandingkan pemain depan lainnya," lanjutnya. Sayang, dia kembali gagal mengantarkan Persipura menjadi yang terbaik di Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007 setelah dikalahkan Sriwijaya FC lewat adu penalti. (wgm-22) |