logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

Liverpool Nyaris Dipermalukan

LONDON- Tukang sampah, buruh bangunan, dan sopir taksi yang memperkuat klub Havant and Waterlooville sudah tersingkir dari Piala FA. Namun mereka berjalan meninggalkan Stadion Anfield dengan kepala tegak.

Keberhasilan mereka unggul dua kali sebelum dikalahkan tuan rumah Liverpool membuat seisi Stadion Anfield memberi tepuk tangan membahana untuk menghargai perjuangan klub tersebut. Para pemain paroh waktu dari Konferensi Selatan, yang berada 123 tingkat di bawah Liverpool itu, akhirnya kalah 2-5.

Akan tetapi klub non-liga (amatir) terakhir yang masih bertahan di Piala FA itu bisa pulang dengan penuh kebanggaan dan kenangan tak terlupakan. Salah satu dari kenangan itu adalah ketika Richard Pacquette membawa mereka unggul pada menit kedelapan. Sundulan Pacquette tak mampu dihentikan kiper The Reds, Charles Itandje.

Menit ke-27, para pendukung Liverpool sedikit lega saat pemain Brasil, Lucas Leiva, menyamakan kedudukan melalui sebuah tendangan lengkung yang indah dari luar kotak penalti.

Tetapi hanya berselang empat menit, Havant kembali unggul. Alfie Potter merebut bola di kotak penalti tuan rumah, memanfaatkan kecerobohan Steve Finnan yang gagap ketika menyapu bola. Dengan kaki kiri, Potter mendorong bola ke gawang Itandje. Bola sedikit membentur badan Martin Skrtel, berbelok, dan meluncur ke gawang Itandje yang mati langkah. Satu menit sebelum babak pertama usai, Yossi Benayoun membawa Liverpool kembali menyamakan kedudukan 2-2.

Kapten timnas Israel itu mencetak hat-trick, menit ke-55 dan 59, untuk menyelamatkan muka Liverpool sebelum Peter Crouch mencetak gol terakhir.

Tim Utama

Pelatih Liverpool Rafael Benitez mengakui, babak pertama timnya tampil sangat buruk. Sektor pertahanan menjadi yang paling bermasalah. Padahal, The Reds bisa dibilang tampil dengan kekuatan penuh. Kecuali kiper Itandje, seluruh pasukan utama Benitez diturunkan. Steve Finnan, Sami Hyypia, Martin Skrtel, John Arne Riise, Jermain Pennant, Javier Mascherano, Lucas Leiva, Yossi Benayoun, Peter Crouch, dan Markus Babel saling bahu-membahu nyaris sepanjang pertandingan.

Benitez hanya dua kali melakukan pergantian, juga dengan pemain utama. Dia memasukkan Steven Gerrard pada menit ke-90 menggantikan Mascherano, sementara Dirk Kuyt menit 70 mengganti Benayoun. Jadi, kemenangan susah payah itu tentu saja membuat publil Anfield gemas. "Kami bermain buruk pada paro pertama dan itu sangat mengecewakan. Kami tidak bisa melindungi blok pertahanan," keluh Benitez.

"Saat Anda bermain melawan tim yang kalah kualitas, Anda hanya harus melakukan tugas dengan benar di sektor pertahanan. Itu akan membuat kita mudah mengendalikan (pertandingan)."

Benitez terlihat marah ketika akan memasuki ruang ganti. Tapi, kemarahannya bertuah. Penampilan Liverpoool pada babak kedua langsung berubah. "Tetapi kami terus bekerja sangat keras dan babak kedua permainan kami lebih baik. Kami bermain menyerang," tambah pria asal Spanyol itu.

Dia secara khusus memuji gelandang asal Israel, Yossi Benayoun, yang menyelamatkan timnya dengan mencetak hat-trick. Berkat tiga gol Benayoun, Liverpool berbalik unggul. "Yossi bermain bagus. Tidak banyak hal positif dari pertandingan ini, tapi hasil ini bagus bagi beberapa pemain, khususnya Yossi dan juga (Peter) Crouch yang mencetak satu gol," ujar eks pelatih Valencia itu. (rtr,F3-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA