| Senin, 28 Januari 2008 | MURIA |
WORO WOROPetani Butuh Bantuan ModalPATI - Untuk bisa menanam padi kembali pascabanjir, tidak hanya bantuan benih tetapi juga sarana produksi lainnya seperti pupuk, yang diharapkan petani. Kredit lunak dan subsidi bunga pun sangat mereka butuhkan.Pada musim tanam (MT) pertama 2007/2008, sebagian besar petani di Pati tak bisa memanen tanaman padinya lantaran puso akibat terendam banjir hampir sebulan. Selain itu, mereka kehabisan modal. Petani asal Desa Kosekan, Kecamatan Gabus Munawar, kemarin, menyebutkan, untuk tanam lalu mengambil kredit dari sebuah bank pemerintah dengan jatuh empat bulan (per musim tanam). Namun, tanaman padi 2,5 ha miliknya semua puso dan tak menghasilkan apa-apa. Terpisah, Kepala Dinas Petanian dan Peternakan (Distannak) Ir Pujo Winarno MM mengatakan, saat ini bantuan Pemerintah Pusat untuk pemulihan pertanian pascabanjir telah tersedia. Namun, realisasinya menunggu verifikasi data riil. (H49-36) Polres Surati Bina Marga REMBANG - Polres Rembang melayangkan surat pada Bina Marga terkait kerusakan jalan di jalur pantai utara (pantura) timur dan ruas jalan provinsi. Upaya ini dilakukan agar jalur pantura timur dan jalan provinsi yang mengalami kerusakan itu mendapatkan perhatian untuk segera diperbaiki. "Dalam surat itu kami sangat mengharapkan agar ada perbaikan jalan di jalur pantura timur Rembang dan sejumlah ruas jalan antar kabupaten yang mengalami kerusakan," ujar Kapolres AKBP Drs Teguh Pristiwanto melalui Kasatlantas AKP Moch Effendi, kemarin. Dia menyebutkan, dari pemetaan yang dilaksanakan aparat Satlantas, kerusakan jalan yang paling parah terletak di jalur pantura Kaliori-Rembang dan Sluke-Kragan. Sebagai antisipasi atas kerusakan jalan itu, dia mengungkapkan, telah memasang rambu peringatan tambahan.(H19-36) Golkar Gabung PDI-P dan PPP KUDUS - Setelah PPP, PDI-P akan menjalin koalisi. Kali ini mereka menggaet Partai Golkar. Penandatanganan perjanjian koalisi itu dilaksanakan Minggu (27/1) malam di Sekretariat DPC PDI-P. Plt Ketua DPD Partai Golkar Tri Erna saat dihubungi, kemarin, menyatakan koalisi nanti merupakan bentuk kerja sama antarpartai. "Artinya, kami sepakat untuk maju bersama pada pilbup mendatang." Dengan demikian, mereka akan mengusung bakal calon bupati Musthofa Wardoyo. Kini tinggal kursi wakil bupati yang akan diperebutkan. Kebetulan, kedua partai yang bergabung bersama PDI-P sama-sama mengajukan bakal calon wakil bupati. Partai Golkar mengajukan Budiyono yang terpilih pada rapimda beberapa waktu lalu. PPP mengajukan Maeysaroh. Keduanya pimpinan masing-masing partai di Kudus. Ketua DPC PDI-P Kudus Noor Haniah pernah menyatakan pemilihan bakal calon wakil bupati diserahkan pada Musthofa. "Hal itu sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan DPP." (H35-36) DBD di Blora Renggut Dua Jiwa BLORA - Sebuah peringatan kepada warga Blora untuk waspada terhadap serangan demam berdarah Dengue (DBD). Dari data di Dinas Kesehatan (Dinkes), pada 1-22 Januari tercatat dua anak meninggal akibat terserang penyakit yang penularannya melalui nyamuk Aedes aegypti itu. Plt Kepala Dinkes Blora, dokter Henny Indriyanti MKes, melalui Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Edy Widayat ketika dikonfirmasi membenarkan adanya dua korban meninggal akibat serangan DBD. Tercatat jumlah penderita DB di Blora 62 orang dan dua di antaranya meninggal. Diperoleh informasi, korban meninggal yang terbaru adalah anak asal Desa Karangtawang, Kecamatan Tunjungan. Seorang lagi berumur 12 tahun asal Kedungtuban. (ud-36) Pedagang Pindah ke Pasar Baru JEPARA - Para pedagang Pasar Jepara I yang telah satu tahun menghuni kios darurat diharuskan menempati kios baru di pasar yang sama sebelum 10 Februari. Beberapa pedagang telah pindah namun sebagian masih menunggu kios yang pintunya belum sempurna. "Pada 10 Februari nanti pasar akan diresmikan, dan para pedagang diminta pindah ke kios baru sebelum peresmian," kata HM Nurcipto, Ketua Paguyuban Pasar Jepara I, Minggu (27/1). Dia memperkirakan, para pedagang sudah pindah ke kios yang baru pada awal pekan pertama Februari. "Ada 20% pintu yang belum jadi. Kalau disuruh pindah ke kios yang belum ada pintunya kasihan pedagang," lanjutnya. Sekitar 1.600 pedagang Pasar Jepara I terpaksa menghuni kios darurat di Jalan Untung Suropati, Patiunus, dan beberapa titik di sekitarnya akibat kebakaran pasar pada 18 Januari 2006. Pasar lantas dibangun bertingkat dengan dana APBD dan bantuan dari Pemerintah Pusat. (H15-36) |