logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Januari 2008 MURIA
Line

Pengiriman 8 Ton Pupuk Digagalkan

  • Akan Dikirim ke Luar Daerah

BLORA- Upaya Polres Blora untuk mengungkap adanya sinyalemen bahwa pupuk bersubsisdi jatah suatu daerah ada yang dilarikan ke luar kota, akhirnya membuahkan hasil. Jumat (25/1) sore lalu, upaya pengiriman delapan ton pupuk Kaltim dari wilayah Grobogan ke Bojonegoro, Jawa Timur berhasil digagalkan.

Dua orang pembawa barang yang saat ini sedang dicari kaum petani itu langsung dibawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan. Sementara itu sebuah truk B-9845-JO yang dipakai mengangkut berikut 160 sak (8 ton) pupuk disita di Mapolres dijadikan barang bukti.

Seorang anggota Satreskrim Polres kemarin menjelaskan untuk dua orang tersangka yang membawa barang tidak dilakukan penahanan, namun truk berikut barang bukti disita.

Kapolres AKBP Drs H R Umar Farouk SH melalui Kasatreskrim AKP Iskandar Zulkarnaen Sitorus Pane SIK, ketika dikonfirmasi mengatakan hasil pemeriksaansementara barang itu diperoleh dari seorang pengecer di wilayah Kuwu, Grobogan.

"Saat ini kasusnya masih terus diperdalam," jelasnya, kemarin.

Dihentikan Petugas

Menurut keterangan, truk pengangkut pupuk tersebut berhasil dihentikan petugas di jalan raya Randublatung-Cepu. Dua orang pembawa masing-masing Slamet Riyadi (38) dan Maskun (40) keduanya asal Kalitidu, Bojonegoro berikut barang bukti truk dan pupuk langsung dibawa ke Polres.

Dalam pemeriksaan terungkap, 160 sak pupuk tersebut diperoleh dari seorang pengecer di wilayah Kuwu, Grobogan, dan rencananya akan dibawa ke daerah Kalitidu Bojonegoro. Dia menjelaskan, pembawanya akan dikenai pasal kejahatan ekonomi.

Dengan terungkapnya upaya pengiriman pupuk ke luar kota tersebut, berarti dugaan salah seorang anggota DPRD Blora, Singgih Hartono, bahwa diduga ada pupuk bersubdisi yang sengaja dilarikan ke luar kota terbukti.

Terkait dugaan itu, DPRD saat ini tengah membentuk pansus pupuk. Tujuannya, supaya pendistribusian berikut harga di wilayah Blora bisa sesuai aturan. Sehingga, diharapkan disaat petani membutuhkan pupuk seperti saat ini bisa terpenuhi.(ud-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA