| Senin, 28 Januari 2008 | SEMARANG |
Ponpes Lahirkan Budaya Akademik IslamiDEMAK - Sejarah membuktikan, sebagai lembaga pendidikan informal, pondok pesantren (ponpes) mampu menjadikan masyarakat bertakwa kepada Allah SWT. Selain itu, juga melahirkan budaya akademik islami masyarakat. Hal itu disampaikan Dr H Mustaghfirin SH MHum dalam pengajian umum memperingati Tahun Baru Islam 1429 H dan Haul Ke-33 KH Hanafi Abdul Rachman di Ponpes Al Kautsariyyah, Jamus, Mranggen, baru-baru ini. Menurut dia, budaya akademik islami lahir sebagai proses intraksi belajar-mengajar para kiai dengan santri, kemudian disebarluaskan oleh mereka dengan cara berinteraksi dengan masyarakat. Wujudnya antara lain, kebiasaan membaca Alquran, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW (dibaiyyah), membaca manaqib (sejarah) para waliyullah, berzikir, tahlil, dan istighotsah. Selain menggelar pengajian, juga diadakan pengobatan massal gratis (kerja sama dengan Karang Taruna Mranggen), tahtimul quran bil ghaib, ziarah kubur KH Hanafi Abdul Rachman, membaca shalawat Nabi dengan Rebana Putri Modern Al Kautsariyyah, membaca manaqib Syeh Abdul Qadir Al-Jailani, pemberian santunan pada anak-anak yatim piatu, serta zikir dan istighotsah. Dididik Pembicara lainnya KH Imam Ghazali dari Demak mengemukakan, saat ini telah terjadi kerusakan moral yang menimpa masyarakat. Cara memperbaikinya, diserahkan kepada ulama untuk dididik di ponpes. KH Abdul Rachman Hanafi, pengasuh Ponpes Al Kautsariyyah mengatakan, di tahun baru hijriyah ini, umat Islam sebaiknya merencanakan program-program kegiatan yang bermanfaat. Selain itu, melakukan perubahan pada hidupnya, lebih baik dari tahun sebelumnya. Camat Mranggen Lilik Iskandar SH mengemukakan, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Ponpes Al Kautsariyyah dapat digunakan sebagai sarana membina masyarakat, khususnya pemuda-pemudi Islam. Salah satu alumni pondok yang juga ketua tim medis pengobatan massal gratis, dokter Mishdarul Arifin mengatakan, pengobatan massal gratis sering juga dilakukan oleh KH Hanafi Abdul Rachman semasa hidupnya melalui doa-doa dan ramuan dedaunan. Ponpes sudah saatnya mempelopori pengobatan massal bukan hanya secara tradisonal, tapi juga modern yang islami. (G7-16) |