logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Januari 2008 KEDU & DIY
Line

20.000 Balita di DIY Kekurangan Gizi

YOGYAKARTA - Dari 200.000 balita di Yogyakarta, 2.000 di antaranya mengalami gizi buruk. Adapun 20.000 lainnya kekurangan gizi. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY dokter Bondan Agus Suryanto mengatakan hal itu, kemarin. "Masih adanya balita menderita gizi buruk menandakan kurangnya asupan makanan bergizi, penyakit, dan faktor kemiskinan," ujarnya.

Disebutkan, banyaknya balita yang kekurangan gizi beberapa di antaranya disebabkan penyakit seperti TBC dan cacingan. "Namun faktor kemiskinan memang menjadi hal yang penting," tuturnya.

Dinkes DIY, lanjut dia, akan tetap menjamin perawatan kesehatan mereka secara gratis melalui Jamkesos.

Perawatan bagi balita gizi buruk ini mulai bisa dilakukan sejak di puskesmas sampai rumah sakit.

Selain itu Pemprov mengembangkan program anak asuh, khususnya bagi balita yang mengalami gizi buruk.

Pada 2007 lalu setidaknya ada 59 kasus penderita gizi buruk yang dijamin kesehatannya oleh Bapeljamkesos. Sementara itu, Kahumas RS Dr Sardjito Heru Trisno Nugroho mengakui, pada Januari ini sudah ada delapan balita gizi buruk yang dirawat di RS Dr Sardjito. Dari jumlah tersebut, menurut dia, tiga di antaranya masih dalam perawatan dan lima yang lain sudah diperbolehkan pulang. (sgt-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA