logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Januari 2008 EKONOMI
Line

Produk Mebel Bidik ''Green Market''

SOLO-Produk mebel Indonesia diarahkan untuk membidik pasar internasional pada negara yang mensyaratkan ramah lingkungan (green market). Citra ini berusaha ditingkatkan, karena jika hanya masuk ke pasar konvensional akan berat.

Hal itu dikatakan Industry Advisor Senada, Aris Darujo dalam Sosialisasi Pameran Dagang Internasional'' di Hotel Novotel, Solo kemarin. Senada adalah sebuah lembaga yang didanai Usaid untuk meningkatkan pertumbuhan, kesempatan kerja dan penghasilan melalui peningkatan daya saing industri manufaktur ringan padat karya di Indonesia. ''Kami ingin membidik green market, sebab kalau masuk ke pasar konvensional akan berhadapan dengan China yang harganya hancur-hancuran,'' katanya.

Pasar yang mengharuskan persyaratan ramah lingkungan, antara lain Uni Eropa. September 2007, tiga perusahaan mebel Indonesia yang dipilih Senada memamerkan produknya dalam ''Spoga Fair'' di Cologne, Jerman, berhasil mendapatkan pesanan dengan nilai cukup besar.

Ketiga perusahaan itu, yakni CV Rimba Sentosa, Sukoharjo, PT Wisanka Surakarta dan CV Surya Gumilar Jepara. Setelah mengikuti pameran dagang itu, ketiga perusahaan mengalami peningkatan penjualan drastis dengan nilai pemesanan baru sebesar 3 juta dolar AS.

Persiapkan Diri

CV Surya Gumilar yang ketika mengikuti pameran dagang di China tidak memperoleh pesanan, dalam pameran di Jerman memperoleh pesanan senilai 40.000 dolar AS. CV Rimba Sentosa memperoleh pesanan senilai 1,5 juta euro dan PT Wisanka senilai 150.000 dolar AS. Pembelinya dari Perancis, Belgia dan AS.

''Berkat dukungan Senada, kami dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk pameran dagang internasional Spoga dan mampu melakukan negosiasi LC untuk penjualan bernilai besar,''kata Wisnu Broto Direktur CV Rimba Sentosa.

Dalam melaksanakan program itu, Senada bekerja sama dengan The Swiss Import Promotion Programme (SIPPO). Selain di Indonesia, program serupa dilaksanakan di negara bekembang lain, seperti Bolivia, Ghana dan Serbia.

Dalam membantu perusahaan yang akan berpromosi di Uni Eropa, Senada melakukan pendampingan mulai dari promosi, menyiapkan stand dan sampel, strategi penentuan harga, melengkapi LC sampai membangun relasi dengan pembeli potensial, tanpa ditarik biaya. (bt-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA