logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Januari 2008 BANYUMAS
Line

Peternak Ayam dan Ikan Terpukul Harga Pakan

PURWOKERTO-Peternak ayam dan ikan di Kabupaten Banyumas sangat terpukul oleh harga pakan yang saat ini tinggi sekali. Sebagian bangkrut karena tidak bisa mempertahankan usahanya.

Gembong Nugroho, peternak di Kecamatan Sumbang mengatakan para peternak amat bergantung pada pakan buatan pabrik yang harganya tinggi. Menurut dia, harga konsentrat mencapai Rp 4.200/kg dan pakan ayam potong buatan pabrik sekitar Rp 3.000/kg.

Selain itu, para peternak kecil tidak mampu membeli day old chick (DOC) atau bibit ayam umur sehari karena harganya tak lagi terjangkau. "Harga pakan yang naik dan ketidakmampuan membeli DOC makin memperpuruk keadaan peternak,'' kata Ketua Dewan Ekonomi Peternak Jateng itu, kemarin.

Akibatnya, jumlah peternak di Banyumas berkurang. Jika pada tahun 1990-an sekitar 6.000 orang, sekarang berkisar 3.000. Sucipto Tarso, petani ikan di sentra pembenihan gurami Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng mengeluhkan hal serupa. Ia mengungkapkan harga pakan ikan naik sekitar 60% dari Rp 100.000 menjadi Rp160.000/kantong isi sekitar 50 kg. (J2-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA