| Senin, 28 Januari 2008 | BANYUMAS |
Pemuda Banyumas Tak Boleh MenganggurJATILAWANG-Kampanye terbuka pasangan Singgih Wi-ranto- Laily Sofiah Manshur di lapangan Desa Tunjung, Jatila-wang berlangsung meriah, ke-marin. Massa dari berbagai kecamatan di wilayah eks Kawedanan Jatila-wang memenuhi lapangan. Mere-ka datang menggunakan truk, mi-krobus, motor, dan mobil pribadi. Banyak juga yang datang berjalan kaki sambil membawa anak-anaknya. Para pendukung mulai berdatangan sejak pukul 09.00. Mereka bertahan di lapangan terbuka sampai pukul 14.00 karena dihibur musik dangdut. Para pemuda yang berjoget minta diguyur air pemadam kebakaran karena kepanasan. Ketika Singgih tiba di lokasi, massa yang memakai kaos bergambarkan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua itu mengerubuti untuk salaman. Singgih menyambut uluran tangan pendukungnya sambil tersenyum dan menyalami satu per satu sambil berjalan menuju panggung. Saat Laily Sofiah Manshur datang dengan pengawalan tim sukses, massa juga menyerbu dan minta bersalaman. Laily menyalami pendukung-nya sambil meminta dukungan mereka agar dalam pencoblosan 10 Februari mendatang tidak lupa memilih nomor dua. Pendidikan Murah Dalam orasinya Singgih menegaskan akan memperjuangkan rakyat kecil agar bisa mendapatkan pendidikan murah. ''Seluruh tamatan SD-SMP tidak akan ada yang menganggur. Mereka harus sekolah,'' ujarnya. Setelah selesai SMA/SMK, pemuda Banyumas tidak boleh menganggur. Mereka harus memperoleh pekerjaan. Kalau belum mempunyai keterampilan, akan diberi pendidikan sesuai dengan minatnya.''Kami akan menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan penghasilan rakyat,'' jelasnya. Laily mengajak pendukungnya berduyun-duyun ke TPS pada hari pencoblosan dan tidak ragu-ragu mencoblos tanda gambar Singgih-Laily. (in-27) |