| Sabtu, 26 Januari 2008 | PANTURA |
KELILING PANTURAPenerima DAK DiperiksaBATANG - Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang yang memeriksa SD/MI penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) mendapat dukungan berbagai pihak. Langkah itu dinilai positif dalam rangka mengungkap dugaan penyalahgunaan dana yang diperuntukkan pendidikan. "Tepat apabila Kejari memeriksa sekolah penerima DAK, karena pengawasan mutlak dilakukan agar dana yang uangnya dari rakyat itu benar-benar tepat sasaran sesuai petunjuk teknis (juknis). Apabila memang ada penyimpangan, yaitu pemotongan dana jangan ragu untuk diungkap pelakunya," ucap Ketua Gerakan Tangkap Koruptor (Gertak), Wahyu Ardiyanto SIKom. Seperti diberitakan kemarin, Kejari sudah memanggil 12 SD/MI dari 70 sekolahan penerima DAK. Menurut Kajari Sang Ketut Mudita SH melalui Kasi Intelijen R Tatang Hermana SH, pemanggilan itu sifatnya monitoring pengawasan, itu terkait dugaan adanya pemotongan. Untuk itu, Wahyu menambahkan, agar kepala sekolah, bendahara, maupun ketua komite yang sekolahnya menerima DAK tahun 2007 terbuka saat memberikan keterangan di Kejaksaan. (ar-17) Batik Jadi Seragam PNS PEMALANG - Untuk meningkatkan produksi industri kerajinan batik, Pemkab Pemalang membuat kebijakan penggunaan seragam batik cap khas Pemalang pada pegawai negeri sipil (PNS) setiap Jumat. Hal itu diungkapkan Bupati HM Machroes SH saat membuka ruang pamer Dekranasda di kompleks Pasar Tanaman Hias Kebun Bibit, Jl Gatot Subroto, kemarin. Dalam acara itu digelar pula lomba tanaman anthurium, aglaonema, merangkai bunga dan pameran tanaman bonsai. Juga peragaan pembuatan batik cap. Untuk memasyarakatkan dan melestarikan motif batik itu, Pemkab membuat kebijakan dengan Peraturan Bupati Nomor 53 Tahun 2007 tentang Penggunaan Pakaian Seragam PNS pada Satuan Kerja Perangkat Daerah. Setiap Jumat PNS dapat mengenakan seragam olahraga dan batik bagi yang tidak olahraga. (sf-17) Perajin Kerupuk Bangkrut SLAWI - Sekitar 50 perajin kerupuk di Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal gulung tikar akibat naiknya harga minyak goreng dan tepung tapioka sejak awal Januari 2008. Hal itu dikemukakan Kepala Desa Harjosari Kidul, Kurnedi, kemarin. Menurutnya, sebagian besar di antara mereka merupakan perajin kecil. Mereka kesulitan menjalankan usahanya karena terbentur permodalan. Para perajin itu tidak mampu membeli bahan baku, yakni tepung tapioka. Adapun perajin yang masih bertahan sekitar 150 orang. Mereka tetap bertahan karena memiliki modal yang cukup dan jaringan pemasaran yang bagus. Namun, jika kenaikan harga bahan baku tidak terkendali, usaha mereka juga terancam. "Untuk membangkitkan kembali usaha mereka, kami berharap pemerintah membantu para perajin kecil. Yakni, dengan memberi bantuan modal usaha. (H3-65) Permintaan Batu Bara Naik KAJEN - Kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Pekalongan sejak beberapa bulan terakhir, menjadikan permintaan batu bara naik. Hal itu karena masyarakat mulai menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Budiharjo (40), pemilik usaha dagang batu bara di Bojong Minggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan merasakan, sejak dua bulan terakhir, permintaan batu bara pada pihaknya naik hingga 30 persen dibanding sebelumnya. Hal itu, menurut dia, karena masyarakat sulit mendapatkan minyak tanah. Sejak dua bulan terakhir, permintaan batu bara mencapai 200 ton per bulan. Sebelumnya, antara 100 dan 150 ton/bulan. Permintaan datang dari pengusaha pencucian jins dan sebagian dari pedagang gorengan. Puluhan usaha menjadi pelanggannya. "Kalau usaha pencucian jins biasanya memakai sekitar dua hingga empat ton per minggu," ungkap dia. (H26-17) |