logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 PANTURA
Line

Menderita Tumor Ganas, Komisah Berharap Sembuh

KOMISAH (51) warga Jl Tanjung, Gang IV/56 RT 7/RW 4 Kelurahan Kejambon, Kecaman Tegal Timur, Kota Tegal, sudah lebih dari satu tahun menderita suatu tumor ganas. Selama ini dia harus menahan rasa sakit di sekujur badannya yang kurus. Beberapa bagian tubuhnya, seperti kaki dan dada juga ditumbuhi benjolan.

Selain itu, dua bola matanya sudah tidak dapat melihat lagi, karena juga ditumbuhi benjolan. Bahkan benjolan di mata sebelah kanannya tampak sebesar telur ayam. Untuk tidur pun dia merasa sulit, karena sering merasa kepanasan.

Penderitaan janda lima anak ini berawal pada tahun 2006 lalu. Saat mencari rumput untuk pakan ternak kambingnya, kaki kanannya terkena paku. Saat itu lukanya hanya diobati dengan obat antiseptik. Sekitar tiga bulan kemudian, di telapak kaki kanannya muncul benjolan. Menurut anak keduanya, Nurlaila (27), benjolan tersebut telah dioperasi di RS Kardinah, Kota Tegal.

Setelah dilakukan operasi, bukannya tambah membaik. Sekitar tiga bulan berikutnya malah muncul benjolan lagi di paha kanannya yang semakin membesar. Tak tahan menahan sakit, pada bulan itu juga dia berobat ke RSU Islam Harapan Anda, Kota Tegal. Dan pada Juli 2007 benjolan tersebut dioperasi, selanjutnya disarankan oleh dokter yang menanganinya agar berobat lebih lanjut ke RS Dokter Kariadi di Semarang.

Hampir dua bulan Komisah bolak-balik ke Semarang. Menurut Nurlaila, untuk mengobati penyakit ibunya disarankan untuk melakukan kemotherapi. ''Pihak keluarga diminta menyediakan dana sebesar Rp 3,5 juta setiap 2 minggu sekali untuk satu kali penyinaran,'' jelasnya.

Dana sebesar itu jelas dianggap berat bagi Komisah yang sehari hari bekerja sebagai tukang sayur keliling, dan penjual mi pangsit di malam hari. Selain itu, lima anaknya juga berpenghasilan pas-pasan. Dari kelima anaknya hanya ada tiga orang yang mencari nafkah. Dua orang sebagai tukang bubut besi, dan seorang bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan obat nyamuk di Kota Tegal. Seorang lainya masih belum mendapat pekerjaan, dan yang terakhir masih sekolah di SMK Negeri II Kota Tegal.

Beberapa pengobatan alternatif sudah dicobanya. ''Setiap ada pengobatan alternatif inginnya didatangi,'' jelas Nurlaila. Namun penyakit tersebut tak kunjung sembuh, justru bertambah parah. Pada Januari 2008, dia kembali berobat ke RSU Islam Harapan Anda, dan disarankan menjalani pengobatan di RS Dokter Kariadi, karena peralatannya lebih lengkap.

Akeskin

Mendengar penderitaan warganya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal Ny Tatiek Adi Winarso bersama rombongan PKK Kota Tegal, kemarin mengunjungi Komisah. Dengan dibiayai Askeskin, Ny Tatiek meminta agar Komisah dirawat di RS Kardinah. Saat itu juga Komisah dibawa ke RS Kardinah dan dirawat di ruang Lavender. Namun dia tetap berharap agar bisa menjalani pengobatan di RS Kariadi. (Cessnasari-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA