logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 PANTURA
Line

Ceriyati Minta Kasusnya Dituntaskan

BREBES - Ceriyati, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan, Brebes yang menjadi korban penganiayaan majikannya di Malaysia, meminta kasusnya diselesaikan hingga tuntas. Sebab, hingga kini belum ada kejelasan terhadap permasalahan tersebut.

Hal itu diungkapkan Ceriyati di sela-sela acara roadshow buruh migran yang diselenggarakan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), di lapangan Kecamatan Kersana, Brebes, Jumat (25/1).

Acara dalam bentuk konser itu dihadiri Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Zumhur Hidayat dan Duta Buruh Migran, Franky Zahilatua.

Ceriyati mengaku kecewa terhadap proses hukum terkait penyelesaian kasus penganiayaan yang dialaminya di Malaysia. Sebab, hingga kini kasusnya masih menggantung. Dirinya belum pernah mengikuti proses persidangan atas kasus itu. Bahkan, dari pemerintah Indonesia juga belum ada keputusan.

"Terus terang saya kecewa. Katanya, proses hukum terus dilanjutkan, tetapi kenyataannya sampai sekarang masih belum ada kejelasan. Satu kali persidangan pun saya belum pernah mengikutinya," paparnya.

Ibu satu anak itu berhadap keadilan bisa ditegakkan. Sehingga, peristiwa yang dialaminya tidak menimpa TKI yang lain. Ceriyati yang kini telah berkumpul dengan keluargannya itu juga berpesan, bagi warga yang beniat menjadi TKI harus berpikir panjang. Sebab, bekerja di luar negeri tantangannya sangat berat.

Terjebak di Irak

"Saya berharap pemerintah harus lebih memperhatikan TKI karena mereka adalah penyumbang devisa yang besar," ucapnya.

Sementara itu Ketua BNP2TKI, Zumhur Hidayat mengatakan, lembaganya terus berusaha agar kasus Ceriyati bisa dituntaskan. Penyelesaian juga akan dilakukan terhadap kasus-kasus TKI yang lain. Bahkan, kini pihaknya tengah berusaha memulangkan 13 TKI asal Brebes yang terjebak di Irak.

"Dari hasil koordinasi kami dengan KBRI Jordania, 13 TKI itu berada di Kurdistan, Irak. Daerah itu merupakan zone merah bagi TKI. Karena itu, secepatnya mereka akan dipulangkan," paparnya.

Seperti diberitakan Suara Merdeka beberapa waktu lalu, Ceriyati nekat terjun dari lantai 15 Tamarind Kondominium, di Malaysia karena tidak kuat terhadap siksaan yang dilakukan majikannya. Aksi yang sudah direncanakan sebulan sebelumnya itu membuat gempar masyarakat di Malaysia maupun Indonesia.(H38-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA