| Sabtu, 26 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Kamerun Hadapi Laga Hidup-MatiELMINA - Kamerun akan menghadapi laga hidup atau mati pada saat jumpa Zambia dalam pertandingan Piala Afrika 2008 Grup C di Kumasi, Sabtu ini. Jika kalah, Kamerun dipastikan tersisih. Posisi Samuel Eto'o cs tak menguntungkan setelah pada partai pertama kalah 2-4 dari Mesir. Sebaliknya, Zambia membuat awal bagus dengan memukul Sudan 3-0. "Kami tak punya pilihan lain kecuali memforsir dua kemenangan jika ingin lolos ke perempat final,'' ujar Otto Pfister, pelatih Kamerun asal Jerman, kemarin. Samuel Eto'o, striker andalan Kamerun, yakin timnya bisa bangkit melawan Zambia. Penyerang Barcelona itu juga berambisi mencetak gol lagi. Ketika dikalahkan Mesir, dia menyumbang dua gol. "Kami optimistis bisa mengatasi Zambia dan Sudan untuk menembus perempat final," ungkap Eto'o. Untuk meredam pertahanan Zambia, Pfister akan menurunkan gelandang Achille Emana menggantikan Jean Makoun. Titik lemah Eto'o cs memang di lini tengah dan belakang. Pada laga lain di Grup C, juara bertahan Mesir akan ditantang Sudan. Mesir yang mengandalkan permainan cepat, kembali mengandalkan peran playmaker Hosni Abdel Rabou dan striker Mohamed Zidan. Meski secara teknis agak di bawah, Sudan tentu tak mau jadi bulanan-bulanan. Pasalnya, kalah lagi berarti masuk kotak. Ghana Menang Pada pertandingan di Grup A di Accra, tuan rumah Ghana kembali memetik kemenangan. Anak-anak asuhan Claude Le Roy menang tipis 1-0 atas Namibia. Gol tunggal disarangkan striker Junior Agogo pada menit ke-41. Dengan hasil itu, jalan Ghana menuju perempat final semakin terbuka. Michael Essien cs tinggal butuh hasil seri pada pertandingan terakhir melawan Maroko untuk mengamankan tiket babak delapan besar. Bagi Namibia, kekalahan ini membuat mereka tersingkir. Pada laga pertama, Namibia ditaklukkan Maroko dengan skor 1-5. Pada partai lain di Grup A, Maroko dipecundangi Guinea 2-3. Pascal Feindouno menyumbang dua gol Guinea. Satu gol lagi dihasilkan Ismael Bangoura. Sementara balasan Maroko dilesakkan Hicham Cherouane dan Abdeslam Ouaddou. Sayang, sukses Guinea harus dibayar mahal dengan dikeluarkannya Pascal Feindouno. Striker lincah itu dikartu merah karena menendang pemain lawan. (rtr,A7-31) |