| Sabtu, 26 Januari 2008 | OLAHRAGA |
80 Atlet PON Jateng DicoretSEMARANG- KONI Jateng akan mengirim kontingen PON 2008 di Kaltim tidak lebih dari kisaran 700 orang. Jumlah itu terdiri atas atlet yang dipatok 470-480 dan sisanya ofisial. Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Tengah, Mugio Hartono dalam rapat dengan pengurus cabang olahraga dalam rangka persiapan pemusatan latihan (TC) sentralisasi di Semarang, kemarin, mengatakan, KONI harus membatasi jumlah kontingen karena keterbatasan dana. Dengan demikian, KONI harus mengurangi jumlah atlet yang telah lolos PON yang sebelumnya mencapai 547-550 orang. Jika tidak dikurangi, kontingen Jateng bisa mencapai 800-900 orang dengan asumsi jumlah ofisial 50 persen dari jumlah atlet. "Kami menekankan kepada para pengda untuk melakukan pemeringkatan atlet yang telah lolos PON 2008. Sesuai instruksi Gubernur Ali Mufiz, atlet yang berpeluang meraih medali saja yang akan dikirim mengikuti pesta olahraga empat tahunan itu," katanya. Dengan kebijakan tersebut, berarti ada sekitar 70 sampai 80 atlet yang diperkirakan bakal tergusur dari kontingen. Menurut dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes itu, penentuan atlet yang akan diberangkatkan ke Kaltim mendatang melalui seleksi masing-masing cabang olahraga, mengingat pendaftaran nama atlet atau by name untuk bisa tampil di PON XVII mendatang adalah tanggal 6 April 2008. "Kalau melihat sisi pembinaan, tentunya Jateng berkeinginan bahwa mereka yang lolos babak kualifikasi harus diterjunkan ke Kalimantan Timur. Tetapi kebijakan kita adalah hanya mengirim atlet yang berpeluang meraih medali utamanya emas. Kita membidik peringkat tiga besar PON XVII," terangnya. Mugi menyebutkan jumlah 700 orang kontingen PON Jateng masih lebih besar daripada tahun 2004/Palembang yang berjumlah 580 orang. Jadi, kata dia, penciutan jumlah atlet tahun ini tidak berpengaruh terhadap target Jateng dalam meraih tiga besar PON. Sementara itu untuk TC sentralisasi akan dilakukan serentak pada Februari ini. Dengan begitu sentralisasi akan digelar selama lima bulan. Mugi menyebut, setiap atlet yang mengikuti TC sentralisasi nantinya bakal mendapat dana dari KONI Jateng sebesar Rp 2,65 juta per bulan, sedangkan pelatih Rp 2,85 juta per bulan. Dari jumlah tersebut, Rp 1,65 juta untuk kepentingan TC sentralisasi sedangkan Rp1 juta untuk uang saku (khusus atlet). (H32-40) |