| Sabtu, 26 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Sepak Takraw Kurang SetujuSEMARANG- Rencana penciutan jumlah atlet PON 2008 oleh KONI Jateng ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari pengurus cabang olahraga. Cabang sepak takraw menginginkan atlet yang telah lolos PON sebaiknya tetap dikirim ke PON 2008/Kaltim. Sekum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jateng, Hj Siti Retno Farida mengatakan, jika semua atlet sudah lolos babak kualifikasi PON, sebaiknya juga dikirim menjadi tim PON karena peluang untuk mendapatkan medali akan lebih besar. Terlebih mereka sudah berjuang di babak kualifikasi sehingga perlu mendapat penghargaan dengan dikirim ke Kaltim. "Pada PON 2004, sepak takraw Jateng berkekuatan 12 atlet. Jika ingin mempertahankan prestasi, maka idealnya tim PON tahun ini seharusnya sama dengan PON lalu," katanya. Farida menjelaskan, KONI menjatah sepak takraw yang akan dikirim ke PON 10 orang tim putra dan enam orang putri. Saat ini tim PON Jateng terdiri atas 12 orang putra dan enam orang putri. Dengan begitu, katanya, pihaknya harus melakukan penciutan jumlah atlet dengan sistem promosi degradasi. Pembentukan tim inti akan dilakukan pada April nanti. Sedangkan TC sentralisasi dimulai Februari ini di Purwokerto. "Sebenarnya sayang kami harus mencoret atlet. Sebab, jumlah 12 orang saja sebenarnya sudah mepet untuk atlet cadangan," katanya Dipilihnya Purwokerto, kata Farida, karena pengurus menginginkan adanya rotasi. Jika selama ini TC dilakukan di Semarang dan Salatiga, maka daerah lain juga mempunyai kesempatan. "Rotasi dimaksudkan agar para atlet selalu berada dalam suasana baru. Namun tujuan utama dari rotasi sebenarnya adalah agar mereka bisa mengikuti kejuaraan yang terdapat di daerah tersebut sebagai ajang try out," kata Farida yang juga Humas Bulog Divre IV itu. Dia menuturkan, dua bulan pertama TC sentralisasi yaitu pada Februari sampai Maret bakal digelar di Banyumas. Setelah itu akan dilakukan evaluasi daerah mana yang siap untuk menggelar TC berikutnya. Setelah melakukan evaluasi, dua bulan berikutnya yaitu April sampai Mei kemungkinan dilakukan di Jepara atau Klaten. Khusus untuk pemusatan latihan bagi pesepak takraw putri akan dilaksanakan di Salatiga. Jadwalnya pun dimajukan menjadi Januari. Ini dilakukan agar Jateng tak tertinggal dari daerah lain.(H32-40) |