| Sabtu, 26 Januari 2008 | OLAHRAGA |
PERSIS SOLOPersis Tak Terima Dana APBDSOLO-Persis harus berjuang keras untuk mendapatkan dana guna mengarungi kompetisi musim 2008. Sebab, pada APBD Kota Surakarta tahun ini yang telah disetujui DPRD setempat, kemarin, tidak tercantum alokasi dana bagi "Laskar Sambernyawa". Padahal dalam ABPD 2007 mereka memperoleh Rp 10 miliar. Peluang mendapat kucuran dana melalui pos bantuan sosial Wali Kota, seperti pernah diungkapkan Ketua Dewan Hariadi Sap-tono, belum tentu bisa direalisasi. Kalaupun nantinya ada, mungkin jumlahnya tidak bisa menutup kebutuhan operasional tim. "Misalnya ada bantuan, tentu besarnya tak mencapai sekian miliar sesuai kebutuhan Persis. Kalau 'Rp 1 juta - 2 juta', mungkin," kata Wali Kota Joko Widodo, sebelum mengikuti rapat paripurna persetujuan RAPBD 2008 menjadi APBD 2008 di gedung DPRD Surakarta, kemarin. Pria yang biasa disapa Jokowi itu menyarankan pembiayaan Persis di-kerjasamakan dengan pihak luar. "Bisa menggandeng sponsor atau pihak ketiga." Yang jelas, lanjutnya, semangat untuk menjadikan Persis sebagai tim sepak bola andalan Solo tetap kuat. "Kota ini memiliki stadion yang cukup besar, sayang kalau tidak memiliki kesebelasan yang bagus. Semangat untuk membesarkan mereka harus tetap ada." Rapat Pengurus Bagaimana reaksi Ketua Umum Persis FX Hadi Ru-dyatmo atas tidak adanya alokasi ABPD untuk mereka? "Selasa (29/1) malam, pengurus akan rapat. Tunggu saja hasilnya," ucap singkat, pria yang akrab disapa Rudy itu. Presiden kelompok supor-ter Pasoepati KP Satryo Hadina-goro menilai tak adanya alokasi APBD untuk Persis sebagai situasi ironis. Menurut kerabat dalem Keraton Surakarta yang juga salah satu ketua komisi DPRD itu menuturkan, mestinya ada alokasi dana seberapa pun jumlahnya, sebagai bentuk kepedulian. "Persis yang dulu mati suri lalu dihidupkan lagi dengan biaya miliaran rupiah, se-karang tak mendapat bantuan. Padahal komunitas pecintanya luar biasa banyak. Multiplier effect-nya bisa dilihat," tandasnya. Dia menangkap ada faktor X atas tidak adanya bantuan anggaran bagi Laskar Sam-bernyawa. Karena itu, Pasoepati yang mengklaim punya sekitar 20 ribu anggota, berencana minta penjelasan kepada Wali Kota Jokowi. "Mestinya Pasoepati diajak rembukan, bagaimana pemecahannya. Karena kami termasuk komunitas yang membesarkan Persis. Kami akan buat rancangan untuk bertemu Wali Kota," ujarnya. (G13, D11-22) |