| Sabtu, 26 Januari 2008 | WACANA |
Surat PembacaTanah Bengkok Tak DigantiBulan November 2007 di Desa Tirtomulyo Kecamatan Plantungan Kendal mendapat paket proyek USB (Unit Sekolah Baru ) TK Pembina, yang merupakan block grant Depdiknas senilai Rp 450 juta. Proyek tersebut sudah dibangun di atas tanah seluas 1.300 M2 yang menurut Kades Tirtomulyo sebagai lahan bengkok Bekel. Tapi tanah bengkok desa tersebut hingga kini tak mendapatkan pengganti dari pihak Dinas P dan K Kendal. Sebetulnya proyek itu awalnya diplot di Desa Sukorejo Kecamatan Sukorejo. Hal ini bisa dilacak dari negosiasi antara pihak Dinas P dan K dengan Kades dan BPD Sukorejo pada bulan September dan Oktober 2007 di Balai Desa Sukorejo. Namun acara itu berakhir dengan penolakan oleh kades dan BPD karena pihak Dinas P dan K tetap bersikukuh dan meminta agar pihak Pemdes menyerahkan lahan banda desa sebagai lokasi proyek tersebut tanpa mau memberi tanah pengganti. Ada kesan pihak dinas dalam mendapatkan lahan, maunya gratisan. Fakta tersebut menimbulkan tanda tanya. Pertama, mengapa setiap ada proyek USB pihak Dinas P dan K Kendal selalu "membidik" lahan banda desa dan bengkok. Kedua, apakah dalam setiap paket proyek dari Depdiknas, tersedia dana atau tidak untuk pengadaan tanahnya Ketiga, bukankah dalam setiap proyek, biaya untuk pembangunan fisik dan pengadaan tanah merupakan satu paket ? Mohon tanggapan kepala Dinas P dan K Kendal serta Inspektorat Daerah Kendal melakukan investigasi. S Joko Wiyono Sudagaran RT 5/RW1 Sukorejo, Kendal Tanggapan PLN PLN Semarang Barat menanggapi tulisan Bapak Kusnoto RT 2/RW 2 Tambakaji Ngaliyan Semarang yang dimuat 17 Januari 2008 tentang jaringan listrik di Kp Karanggayam sbb : Bahwa untuk dapat melayani pemasangan baru di daerah Kp Karanggayam diperlukan investasi jaringan, sedang kondisi saat ini PLN belum dapat memenuhi karena tidak adanya anggaran investasi. Kami sampaikan, kepada calon pelanggan yang mengalami kesulitan masalah tersebut mohon dapat minta penjelasannya melalui kantor PT PLN (Persero) UPJ Semarang Barat Jl Gatot Subroto 5 Semaran PLN rnohon maaf dan terima kasih kepada Bapak Kusnoto atas semua laporannya untuk makin memperbaiki pelayanan kami. Manajer Area Pelayanan dan Jaringan Ir Mulyono Widodo MT -Penulisnya Sdr Kusnoto juga menyampaikan maaf ke PLN Semarang Barat dan merasa dibodohi oknum BTL dan bahkan mungkin dimanfaatkan atas ketidaktersediaan listrik di wilayah tersebut. Oknum tersebut seolah mengatasnamakan PLN minta biaya besar untuk membeli tiang dan trafo- Red *** Hadiah dari SM Suara Merdeka selalu mengadakan undian dengan hadiah utama motor terlebih tanggal 11 Februari 2008 saat merayakan hari ulang tahunnya berupa kuis TTS (teka-teki silang) Jumbo. Saya usul, andai mengadakan undian entah memperingati hari ulang tahun atau lainnya agar hadiah utamanya lebih besar dari sekadar motor. Bisa berupa baik rumah atau mobil, biar lebih heboh dan spektakuler. Harian di Solo saja sekarang mengadakan undian dengan hadiah utama berupa rumah. Padahal SM kan koran paling besar di Jawa Tengah, masa kalau mengadakan undian hadiah utamanya "cuma" motor. Mulyono Adiwibowo Jl Lawu 104, Karanganyar *** Pusaka di Puri Wiji Sangat hebat nenek moyang kita tentang pemahaman logam baja dan batu meteor yang merupakan bahan untuk pembuatan sebuah bilah keris dan tombak. Bila kita mempelajari, rasanya sangat menarik dan seakan-akan tiada habisnya. Dulu saya beranggapan, keris dan tosan aji merupakan barang angker dan harus dijauhi. Tetapi pemahaman tersebut makin pudar dan berbalik ingin memiliki serta memahami karya para empu keris di tanah Jawa, mulai dari zaman Hindu sampai Islam dan dari zaman Pajajaran, Majapahit, Sedayu, Tuban, Sendang, Demak, Pajang, Kuripan, Mataram Senopaten sampai masa keemasannya zaman Sultan Agungan yang merupakan cikal bakalnya keraton Surakarta dan Yogyakarta. Pada zaman Walisongo keris masih dipakai sebagai senjata tajam untuk melindungi diri dari binatang buas di saat para wali melakukan perjalanan panjang untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Sampai sekarang keris itu masih ada. Begitu juga di zaman Diponegoro yang bersenjatakan keris dan kuda putihnya, paling ditakuti penjajah. Kisah tersebut merupakan gambaran bagi generasi muda untuk melestarikan, bukan malah memusnahkan. Semua pemahaman ini tak lepas dari para pakar pakerisan dan tosan aji di sebuah stasiun TV lokal yang menampilkan kebudayaan Jawa asuhan Pak Surono dengan Puri Wiji-nya yang mampu menggugah dunia pakerisan dan tosan aji agar tetap lestari. Tapi sayangnya untuk memiliki keris dan tosan aji itu sangat sulit dan biasanya yang memiliki karena pemberian orang tua atau yang memiliki uang lebih dengan cara membayar mahar. Bagi saya pribadi mungkin hanya angan-angan untuk memiliki. Sulistyawan (085290705094) Jl Satria Barat II/69, Semarang *** Penjelasan Bank BTN Menanggapi tulisan di Surat Pembaca Sdr M Dimyatie 14 Januari 2008, pada hari dan tanggal tersebut Bank BTN telah memberikan penjelasan langsung kepada beliau dan atas penjelasan ini beliau dapat memahami dan memaklumi serta menganggap permasalahannya telah selesai dengan baik. Budi Hartono Kacab Bank BTN Semarang *** Lagi Bising Kafe X Pool Semenjak berdirinya Kafe X Pool Jl Kelud 17-19 Semarang, hidup keluarga saya menjadi tidak tenang, tidak bisa tidur nyenyak dan sangat terganggu. Bagaimana tidak, sejak adanya kafe tersebut (1 tahun) musik keras terdengar sepanjang malam sampai dini hari. Saya sudah berulangkali mengingatkan agar tidak berisik dan mengganggu ketenangan lingkungan . Bahkan sudah berkali-kali melaporkan ke Kelurahan Petompon tapi kenyataannya tetap tidak ada perubahan, seakan akan kebal hukum. Demikian juga dengan parkir pengunjungnya, jalan raya dibuat parkiran sampai menutupi rumah saya hingga bila ada keadaan darurat, apakah saya masih bisa keluar dari gerbang pintu untuk menyelamatkan diri. Mohon pihak Pemkot meninjau kembali izin usaha dan HO, izin bangunan apakah sudah sesuai peruntukkannya. Juga mohon Pemkot rnemberi sanksi atau mencabut izin usaha bila menyalahi aturan. Saya berterima kasih dan berharap pihak Pemkot merespon keluhan warga. Linda Sulanti Jl Kelud Raya 18 - 21 Semarang *** Exxon Mobil Sudah beberapa minggu ini, Exxon Mobil berkampanye dan berpromosi menebaar pesona untuk mencari simpati dengan cara beriklan di beberapa teve dan koran. Mereka menyatakan kepeduliannya dengan dunia pendidikan di negeri ini. Perusahaan raksasa dari AS ini memang berhasil mengeruk minyak kita di lepas pantai Natuna dan Blok Cepu dengan sistem bagi hasil yang tidak seimbang. Mereka berusaha menarik simpati, tapi sayang dalam iklan tidak disebutkan berapa ribu atau berapa juta dolar dana yang disumbangkaan untuk dunia pendidikan kita. Ada baiknya mereka menjelaskan dana tersebut sebab hasil penambangannya yang miliaran dolar atau bahklan triliunan rupiah berhasil dikantongi. Syukur juga menyebutkkan jumlah feeyang diberikan kepada para pejabat terkait agar lebih fair Bagaimana pun kontrak joint venture, joint produc dan bagi hasil yang sudah ditandatangani pejabat Orba sangat lemah dan menguntungkan perusahaan asing tersebut. Termasuk menguntungkan banyak pejabat kita yang serakah walau berakibat menyengsarakan rakyat. Kita jangan terkecoh iklan pembohongan publik tersebut tapi justru berusaha sekuat tenaga dan pikiran bagaimana caranya mengkaji ulang dan mengevaluasi. Kalau perlu menasionalisasi banyak perusahaaan asing yang mencuri kekayaah alam negeri ini. H Erlangga Chandra (EI) Bantulan RT 1/RW 1 Banyudono, Boyolali. *** Beli Barang di Isti Meubel Pada tanggal 8 Januari 2008 saya membeli lemari besi di Isti Meubel Jl Jenderal Sudirman 225 Semarang sebanyak 6 buah. Namun kebetulan barangnya tidak ada hingga pemilik menjanjikan tanggal 12 Januari 2008. Saya minta dipastikan lagi harganya dan barang yang akan dikirim jumlahnya berapa. Dia bilang harga tetap seperti di price list dengan diskon 20 % dan barang datang tanggal tersebut. Akhirnya saya jadi pesan (surat terlampir). Ketika akan member DP, dia tidak mau dengan alasan pihak pabrik belum berani pastikan barang yang akan datang jumlahnya kirang atau lebih dari 6 buah. Jadi permasalahannya bukan karena harga tetapi jumlah barang yang akan datang. Pada tanggal yang dijanjikan saya ditelepon, barang datang tanggal 16 Januari 2008 dengan harga naik Rp 85.000 dari harga pesanan. Saya minta harga turun karena kenaikan tersebut bukan salah saya. Tanggal 18 Januari 2008 saya dikabari kalau barang sudah datang tapi harga tidak bisa turun. Karena kenaikan dibebankan pada pembali, saya keberatan meski sudah mau mengalah dengan menanggung berdua kenaikkan harga tersebut. Tapi pihak Isti Meubel tidak mau menurunkan harga sama sekali. Beginikah cara perusahaan melayani pembeli, dengan menjanjikan barang datang meleset sampai 3 kali dan kenaikan harga harus ditanggung pembeli, walau pun itu kesalahan pihak toko. Karena tidak ada kompromi, akhirnya saya tidak jadi beli, apalagi di toko lain saya mendapat harga yang jauh lebih murah (disc 25 % ). Semoga kejadian yang tidak mengenakan saya ini, tidak menimpa pada konsumen lain. M Dimyatie MS Kp Kauman Barat 328A, Semarang *** Chris John dan Hiburan Dunia pertinjuan Indonesia tak lepas dari pelatih. Siapa tak mengenal Sutan Rambing yang mengorbitkan Chris John pada kancah tinju dunia. Kecintaannya pada olahraga adu pukul itu menghantarkan banyak petinju menjadi juara. Padahal dia merogoh kocek sendiri walau tanpa bantuan pemerintah. Barulah setelah "berjaya" disokong dana dari bank swasta yang menjadi sponsor utama. Nanti malam si "manusia pemberani" itu akan berlaga mempertahankan jauara kelas bulu WBA yang kali keempat. Latihan intensif di banyak tempat menandakan dia telah slap bertempur habis-habisan. Tak kurang group band kesohor menyemarakkan duel tarung ini. Semua ini menandaskan bahwa tinju tak hanya adu jotos tapi dengen selingan seni perlunjukan olah vokal semua otot penonton menjadi kendur. Tarif tanda masuk yang sedikit mahal adalah hal yang musti diterima sebagai konsekuensi dobel pertunjukan. Mengingat ini momentum dunia setelah era Ellyas Pical yang dulu berjaya. Semoga persoalan kontrak perjanjian bayaran telah beres sebelum si Dragon itu berlaga, mengingat duel tarung sebelumnya persoalan keuangan menjadi ricuh hingga secara tidak langsung mengganggu konsentrasii petinju. Sekali lagi, ini kesempatan langka. Mari tunjukkan pada dunia bahwa kita bukan bangsa rusuh. Tanpa kerusuhan pun negara ini dikenal dunia lewat tinju seutuhnya. Agus Eko Santoso SE Pondok R Patah Blok K1/21, Demak *** Masalah Obat Hytrin Sehubungan dengan maraknya pemberitaan mengenai obat-obat palsu, saya akan mengutarakan beberapa hal yang berkaitan dengan obat juga. Oleh dokter, saya diberi resep yang namanya Hytrin dalam jangka panjang. Menurut tulisan di kemasannya, obat tersebut buatan Abbott Laboratories Ltd Kent, England dan diimpor PT Abbott Indonesia Jakarta. Hytrin 1 strip berisi 14 tablet @ 2 mg, ada juga yang 1 mg. Di Semarang sepengetahuan saya hanya beberapa apotek saja yang sedia obat tersebut dan harganya berkisar Rp 10.000 atau paling murah Rp 9.000 untuk 1 tablet @ 2 mg. Jadi untuk 1 strip 14 tablet @ 2 mg harganya sekitar Rp 126.000 sampai Rp 140.000. Yang membuat heran, kalau di apotek Jakarta saya bisa beli dengan harga Rp 40.000 untuk 1 strip 14 tablet @ 2 mg. Baik macam maupun kemasan dan tulisan/hurufnya di kemasan sama persis dengan yang dari apotek Semarang. Tanggal kedaluwarsanya pun cukup panjang sampai tahun 2009 sedang khasiatnya saya rasakan sama juga. Kesimpulan saya, obat yang murah ini pun asli hingga saya gunakan.Tetapi karena perbedaan harga yang begitu tajam, bagaimana pun saya khawatir. Mohon tanggapan dari yang berwenang, Badan POM atau PT Abbott Indonesia sebagai pengimpornya. Dari beberapa strip yang saya beli dari apotek di Jakarta, pada kemasannya ada yang distempel/dicap dengan kata skes dengan tinta merah yang mudah luntur. Tjahyono TS Jl Gatot Subroto 17, Blora *** Lagi, Sertifikasi Guru Merupakan angin segar bagi guru yang lolos sertifikasi. Setiap bulan terima gaji dobel, padahal jam mengajarnya tidak lebih dari 8 jam/hari. Memang sah saja pemerintah bikin kebijakan dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun berapa miliar rupiah dana yang dikeluarkan untuk sertifikasi. Meski tidak semua guru dapat lolos seleksi tetapi hal ini cukup untuk membuat para GTT (gutu tidak tetap) merinding. Taruhlah misal seorang guru dengan pangkat/golongan III lolos sertifikasi, maka gaji pokok Rp 1,5 juta + Rp1,5 juta (gaji sertifikasi) = Rp 3 juta. Padahal GTT di tempat sama ada yang tidak diberi honor karena sekolah tidak punya dana. Apa hal itu tak bikin nelangsa karena kesenjangannya makin jauh. Juga belum tentu guru yang lolos sertifikasi, mengajarnya lebih baik dan berkualitas. Mereka merasa sudah jadi PNS, biasanya banyak yang melalaikan kewajiban mengajar dan yang menjadi sapi perahan otomatis para GTT. Sebenarnya kalau pemerintah berlaku arif, jujur dan bijaksana tidak usah ada sertifikasi. Tetapi bagi guru yang berprestasi, dapat tunjangan khusus selama beberapa tahun. Hal itu sudah iebih dari cukup. Dana yang miliaran rupiah sebaiknya untuk mengangkat GTT rnenjadi PNS karena sudah terbukti kualitasnya tidak kalah dari guru PNS. Jangan terus dijadikan sapi perah atau bahkan menjadi GTT sampai mati. Mohon pemerintah lewat Mendiknas meninjau ulang kebijakan sertifikasi Agus Setyanto (085257054781) Jl Zebra Tengah II/3, Semarang *** Jangan Takut Gagal Napoleon memiliki kekurangan mencolok yaitu postur tubuh pendek. Untuk mengatasi kekurangannya dia memimpin pasukaan penakluk ke banyak negara hingga orang tidak lagi melihat Napoleon sebagai si pendek melainkan sebagai si penakluk. Abraham Lincol juga gagal bisnis dalam usia 22 tahun. Beliau kalah dalam pemilihan calon legislatif di usia 23 tahun. Apesnya lagi, di usia 25 tahun dia kembali mengalami kegagalan bisnis. Tak berhenti di situ, kekasihnya meninggal saat Lincoln berusia 26 tahun. Dia mengalami depresi berat di usia 27 tahun namun tetap bangkit. Sayang di usia 34, 37 dan 39 secara berturut-turut dia masih kalah dalam pemilihan anggota Kongres. Usia 46 kalah dalam pemilihan senator. Masih lagi diliputi kegagalan menjadi wakil presiden Amerika dalam usia 46. Namun itu belum cukup, tahun berikutnya dia gagal dalam pemilihan senator. Meski demikian, kekurangan dan rintangan itu malah mengantarkannya menjadi presiden Amerika di usia 52 tahun. Bahkan dikenal sebagai salah satu pemimpin terbesar sepanjang sejarah negara tersebut Julio Iglasias, seorang penyanyi legendaris dikeluarkan dari paduan suara di sekolahnya. Namun hal tersebut tak menghentikan langkahnya untuk maju. Dia akhirnya menjadi penyanyi dengan rekor jumlah penjualan album tertinggi dalam sejarah. Tak ada yang luput dari kegagalan. Namun hanya orang hebat yang selalu bangkit untuk memperjuangkan kemenangan. Akhirnya kita pun tahu, semua orang memiliki rintangan. Yang membedakan, tak semuanya mampu menaklukan. Anggrahini KD Jl A Yani 100 Gubug, Grobogan
|