| Sabtu, 26 Januari 2008 | NASIONAL |
Jalan Rusak karena Truk Bermuatan Lebih
SEMARANG - Sorotan tajam jajaran Polda Jateng tentang muatan truk yang melebihi ketentuan, rupanya tidak saja mengarah ke soal kecelakaan. Melainkan pula ke penyebab jalan rusak yang kini dikeluhkan masyarakat. Menurut Kapolda Irjen Drs H Dodi Sumantyawan HS SH, salah satu penyebab kerusakan jalan juga dapat diakibatkan muatan truk yang melebihi batas. Maka, bukan semata karena kualitas pekerjaan proyek pembangunan jalan. ''Penyebab jalan rusak kan macam-macam. Mungkin ada yang karena kualitas pekerjaannya tidak maksimal. Faktor cuaca seperti hujan membuat jalan ambles. Tapi ini, muatan truk yang melebihi batas atau kapasitas, juga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan,'' tandas Kapolda didampingi Dirlantas Kombes Gatta Chairuddin dan Kabid Humas Kombes Drs Syahroni, Jumat (25/1). Karena itu pihaknya sudah memerintahkan Kasatlantas di seluruh kesatuan wilayah (Satwil) mulai dari Polres hingga Polwil untuk melakukan tindakan tegas. Tidak saja bagi truk yang bermuatan melebihi batas, tapi yang muatannya membahayakan. Seperti mengangkut barang yang mudah lepas saat truk berjalan. Melebihi Kapasitas Senada dengan sorotan Kapolda, menurut Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Jateng Herman Suroyo, dominasi kerusakan jalan nasional yang ada di Jateng banyak diakibatkan oleh beban muatan yang melebihi kapasitas. ''Seperti jalur sepanjang pantura dari barat sampai timur. Sebenarnya pemeliharaan jalan dari kami dengan anggaran yang terbatas, sudah maksimal. Karena muatan yang melebihi batas itulah, menjadikan jalan mudah kembali rusak. Kalau seperti ini, kami nuntutnya ke mana,'' kata Herman. Dia mencontohkan, jalur Semarang-Demak, dilihat dari konstruksi jalan, sebenarnya beban yang boleh lewat maksimal 8 ton. Pertimbangannya, aspal di ruas jalur itu kerap terendam banjir sehingga tidak tahan lama. Selain itu, tanah di Demak dari jenis lempung liat sehingga tidak kuat menahan beban lebih. Anggota Komisi D DPRD Jateng Kamal Fauzi meminta Dinas Bina Marga secepatnya memperbaiki jalan yang rusak. ''Jangan sampai kerusakan ini menjadi penyebab tingginya kecelakaan. Kasihan masyarakat, sudah dikejar-kejar membayar pajak, tetapi dari pemerintah tidak memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat,'' kata dia. Pihaknya sudah mendapatkan banyak keluhan, terutama di jalur pantura. Selain itu, berasal dari Kudus, keluhan soal kerusakan jalan dari warga di daerahnya juga banyak yang diterimanya. ''Pemerintah perlu segera memiliki target prioritas pembangunan jalan di pantura. Kami akan coba mengundang Bina Marga untuk membahas kerusakan jalan,'' kata dia. (D12,H21,H37,H7-62) | ||||