| Sabtu, 26 Januari 2008 | NASIONAL |
Plesir ke Thailand Tak Gunakan APBNJAKARTA- Wakil Sekjen DPR Nining Indra Saleh membantah tudingan plesir yang dilakukan jajaran Sekretariat Jenderal DPR ke Thailand menggunakan uang negara. Uang yang dipakai merupakan honor atau gaji yang diterima masing-masing staf Setjen atas pekerjaan mereka. ''Karena ini bukan perjalanan dinas, biayanya dari kami sendiri dan tidak mengambil uang negara atau APBN,'' ujarnya saat menggelar jumpa pers di Gedung DPR Senayan Jakarta, Jumat (25/1). Dalam jumpa pers itu, Nining didampingi mantan Sekjen DPR Faisal Djamal dan sejumlah pejabat Setjen DPR. Menurut dia, status kepergian perjalanan mereka adalah pribadi. Plesir ke Thailand pada 22-26 Desember itu tidak mengganggu kinerja mereka. Sebab, waktu yang digunakan bertepatan dengan cuti bersama pada hari Natal. Dia juga membantah terjadi persaingan tidak sehat terkait pencalonannya sebagai Sekjen DPR. ''Kalau ada black campaign saya tidak tahu. Tetapi kalaupun ada persaingan, itu positif. Yang jelas, siapa pun yang terpilih kita akan mendukung,'' ujar Nining yang saat ini menjadi pejabat pelaksana sementara (Pjs) Sekjen DPR. Nining sendiri adalah salah satu calon sekjen yang namanya akan diajukan ke Presiden untuk dipilih. Tidak Meminta Adapun Faisal Djamal mengatakan, status perjalanan ini tidak ada kaitannya dengan kedinasan. ''Karena itu, biayanya bukan biaya kedinasan. Bukan dari uang negara, tapi biaya sendiri. Kami juga tidak meminta fasilitas seperti kemudahan dari pihak kedutaan maupun imigrasi,'' ujarnya. Sebelumnya, Ketua DPR Agung Laksono menyatakan, jika plesir ke Thailand itu menggunakan uang pribadi atau gaji yang disimpan masing-masing, menjadi urusan masing-masing. ''Jelas salah jika menggunakan uang negara. Menurut Wasekjen yang menjadi Pelaksana Sekjen DPR, tidak ada uang negara yang digunakan,'' katanya. Agung menganggap selama tidak menggunakan uang negara dan tidak mengganggu hari kerja, plesiran itu tidak menjadi masalah. Kepala Biro Persidangan DPR Bambang Susetyo Nugroho membantah telah menyebarkan email ke seluruh sekretariat komisi dan alat kelengkapan DPR soal korupsi berjamaah yang dilakukan oleh Faisal Djamal. ''Ya nggak mungkinlah. Sepertinya ada motif dengan beredarnya email tersebut. Tapi, saya tidak mengetahui apa motifnya. Yang jelas, semua sudah saya laporkan ke Wakil Sekjen. Ngapain saya menyebarkan email yang isinya fitnah,'' katanya. (H28-49) |