logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 MURIA
Line

Akibat Banjir, Pertanian Rugi 148,2 Miliar

KUDUS - Lahan pertanian padi seluas 8.117 hektare di lima kecamatan, yakni Undaan, Jekulo, Mejobo, Jati dan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dipastikan puso akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Kerugian petani akibat gagal panen, diperkirakan sekitar Rp 138,6 miliar. Saat ini, banyak petani terutama buruh penggarap yang menganggur sambil menunggu musim tanam berikutnya, Maret mendatang.

Pernyataan tersebut dikemukakan Kepala Dinas Pertanian Kudus, Budi Santoso, kemarin. Menurut dia, jenis tanaman yang rusak tidak hanya padi, tetapi juga palawija.

"Untuk tanaman pangan yang mati, kerugiannya mencapai Rp 138,6 miliar," katanya.

Rupanya, kerusakan tak hanya dialami sektor pertanian saja. Pihaknya juga mencatat sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan yang juga bernasib serupa. Untuk bidang peternakan, jumlah kerugian mencapai Rp 1,9 miliar, perikanan (Rp 4,3 miliar), dan bidang kehutanan dan perkebunan (Rp 2,8 miliar). "Sedangkan untuk sarana dan prasarana pertanian mencapai Rp 399,3 juta," ungkapnya.

Total kerugian akibat musibah tersebut untuk sektor pertanian mencapai Rp 148.292.010.800. Pihaknya sudah mengajukan bantuan kepada pihak pemprov dan pusat melalui pemkab, guna membantu korban banjir.

Khusus untuk tanaman padi, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menerima bantuan benih 180 ton dan 750 ton pupuk dari kementerian pertanian.

Padahal, kebutuhan bibit untuk luasan area yang terendam paling tidak membutuhkan 320 ton dan pupuk 2.000 ton.

"Karena itu, kami mengharapkan agar bantuan dapat ditambah," tuturnya. (H8-54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA