logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 MURIA
Line

Terjalin Poros Muria-Madura Gerakan Anti-PLTN

JEPARA- Gerakan anti-PLTN Muria menemukan dinamikanya pada awal tahun 2008 ini. Setelah rangkaian aksi penolakan dilakukan masyarakat tapak sepanjang 2007, kini gerakan serupa akan meluas. Masyarakat Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, desa calon tapak yang anti-PLTN mulai menjalin komunikasi dengan kelompok calon tapak di Madura. Poros Muria-Madura bakal menemukan momentum, ketika mereka akan bersama-sama mengikuti pendidikan politik di Desa Balong mulai Februari.

Mutmainnah, ketua Aliansi Masyarakat Madura Pemerhati Nuklir mengungkapkan akan ada delegasi warga Madura yang mengikuti pendidikan di Balong, sebagai langkah awal menjalin poros tersebut. "Kalau perlu poros ini akan bisa diperluas hingga ke Gorontalo," kata Mutmainnah yang juga dosen Sosiologi Universitas Trunojoyo Madura itu, Jumat kemarin (25/1).

Isu pembangunan PLTN dinilai sebagai isu internasional. Disebutkan, Madura sama halnya Jepara, menjadi dua dari sekian titik yang paling strategis dari sisi geografi untuk dibangun PLTN.

Wacana yang muncul rencana di Jepara maupun Madura, PLTN dibangun pada 2015 atau 2017. "Jika gagal di Jepara bisa dialihkan ke Madura. Demikian sebaliknya. Ini wacana yang kami tangkap dari Madura," ungkap dia.

Tiga Titik

Jika di Jepara ada dua titik calon tapak, yakni Pantai Ujung Lemah Abang di Balong dan Pantai Ujungwatu Keling, maka di Madura ada tiga titik yaitu pesisir perbatasan Sampang-Pamekasan, pantai perbatasan Sampang-Ketapang, dan di pantai Pasongsongan, Sumenep. "Riset sudah dilakukan pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional pada 2001," lanjutnya.

Perkembangan terakhir, masyarakat menolak rencana tersebut. Juru bicara mahasiswa yang mendampingi masyarakat Desa Balong, Darul Hasyim Fath, mengatakan pendidikan kepada masyarakat tersebut akan berlangsung selama 13 hari.

"Kemasannya memang pendidikan politik warga, namun ada 13 fokus kajian yang akan dibedah bersama warga, termasuk di bidang agraria," kata Darul. Jalinan poros Muria-Madura dianggap sebagai langkah awal gerakan anti-PLTN. (H15-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA