| Sabtu, 26 Januari 2008 | MURIA |
58 Kasus DBD, Tiga Meninggal
REMBANG - Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, selama bulan Januari ini telah terjadi 58 kasus demam berdarah dengeu (DBD) yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Ketiganya berasal dari Kecamatan Kota, Sedan, dan Pamotan. Kepala DKK Sutedjo SKM mengutarakan, meski telah terjadi lonjakan penderita dan kasus kematian akibat DBD, namun status Kabupaten Rembang belum ditingkatkan menjadi kondisi luar biasa (KLB) serangan DBD. ''Saat ini statusnya masih dalam taraf waspada,'' katanya, kemarin. Dia menambahkan, atas adanya kasus ini, DKK telah melakukan upaya fogging dan penyuluhan yang lebih intensif kepada warga. Dia berharap agar warga juga lebih meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. ''Upaya terbaik memberantas adalah dengan memutus siklus nyamuk. Oleh karena itu kami meminta warga makin menggiatkan program pemberantasan sarang nyamuk,'' jelasnya. Dari pengamatan Suara Merdeka penderita DBD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rembang masih terus berdatangan di RSUD dokter R Soetrasno. Sebagian penderita terpaksa harus ditampung di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dokter R Soetrasno karena ruangan lainnya penuh sesak. Fatimah, nenek dari Bachrul Alam, penderita DBD asal Kecamatan Kragan kemarin mengatakan, sudah sejak pagi cucunya berada di ruang IGD dan belum mendapatkan ruangan perawatan. ''Kata dokter masih harus menunggu sampai ada pasien yang keluar. Karena ruangan perawatannya kurang,'' katanya. Dia menambahkan, sebelum dirawat di IGD, Bachrul Alam sudah sekitar empat hari lalu menjalani perawatan di Puskesmas Pandangan Kragan. ''Namun karena belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan, akhirnya dirujuk ke RSUD ini,'' terangnya. Sebelumnya, Wakil Direktur RSUD dokter Laksmi Iwandari mengatakan, sebagai antisipasi peningkatan penderita DBD, pihaknya menyiapkan satu bangsal baru. Namun bangsal itu belum dioperasikan karena masih menunggu serah terima dari pihak pelaksana. (H19-54) |