| Sabtu, 26 Januari 2008 | SEMARANG |
Positif AI, 87 Unggas Milik Warga DimusnahkanKENDAL- Sedikitnya 100 unggas piaraan milik warga di Kelurahan Banyutowo Kecamatan Kendal, diindikasi telah terjangkit avian influenza (AI) atau flu burung. Sebagai tindakan preventif, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemkab Kendal, kemarin (25/1) telah memusnahkan terhadap 87 unggas yang positif terjangkit virus H5N1 itu. Pemusnahan dilaksanakan dengan cara pembakaran terhadap unggas di sebuah areal persawahan Kelurahan Banyutowo, yang berada cukup jauh dari permukiman warga. Sebelum dibakar, bangkai unggas dimasukkan ke dalam lubang yang digali. Seusai dibakar, bangkai ditimbun tanah. Ke-87 unggas yang positif terjangkit AI tersebut, sebelumnya dipelihara dengan dilepas oleh pemiliknya. Hadir dalam pemusnahan, antara lain Wabup Dra Siti Nurmarkesi, Plt Sekda Mulyadi SH MM, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dokter Kadar Suyanto MM. Di tempat itu, mereka mengenakan pakaian khusus lengkap dengan masker dan kacamata yang dibagikan petugas DKK. Unggas terdiri, 54 ekor ayam kampung, 11 ekor bebek, 14 ekor entok, dan delapan ekor burung piaraan. ''Sebelum dimusnahkan dengan cara dibakar, unggas-unggas itu diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya, serta sebagian kecil diambil oleh petugas kami,'' papar Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Pemkab Drh Kumaedi di sela-sela acara pemusnahan, kemarin. Pantauan di lapangan, meski di lingkungannya diketahui ada unggas-unggas yang terserang flu burung, sebagian warga Banyutowo tetap tenang. Selain ikut menonton pemusnahan dari dekat tanpa perlindungan yang memadai, warga di daerah itu juga melaksanakan aktivitas seperti biasa. Seperti, bekerja di sawah sekitar lokasi pemusnahan. Uang Kompensasi ''Sebelum memusnahkan, pada Kamis (24/1) malam kami serta petugas dari dinas terkait lain telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Banyutowo. Penjelasan kami disikapi baik oleh warga. Setiap ekor unggas milik warga yang dimusnahkan, pemiliknya mendapat uang kompensasi Rp 15 ribu dari ibu wabup. Dana dari APBD II.'' Kabar adanya penyakit flu burung yang menyerang unggas milik warga di wilayah Banyutowo, mulai menyeruak ke permukaan pada akhir tahun lalu. ''Setelah kami memperoleh informasi, langsung melakukan tindakan dengan menurunkan petugas ke lapangan. Usai memusnahan unggas itu, dalam waktu tiga pekan ke depan, petugas akan menyemprotkan disinfektan di lingkungan Banyutowo. Dalam seminggu, akan dilakukan tiga kali.'' Kumaedi menandaskan, sejauh ini belum ada warga di Banyutowo yang terindikasi terjangkit AI. Virus tersebut cepat mati dalam kondisi cuaca panas. Kendati demikian, petugas tetap akan terjun ke lapangan untuk memantau. Secara terpisah, Kepala DKK dokter Kadar Suyanto MM menambahkan awalnya diperkirakan ada sekitar 300 unggas di Banyutowo yang diduga terjangkit AI. Namun, sebagian warga enggan menyerahkan kepada petugas untuk dimusnahkan. ''Kami juga akan melakukan kegiatan pengobatan massal secara gratis bagi warga Banyutowo, yang akan dilakukan pada Sabtu (26/1) pagi di balai desa setempat. Kami akan membagikan obat ''Tami Flu.'' Seandainya ada warga yang terindikasi AI, nantinya akan dirujuk perawatannya di RSUD Dr Soewondo Kendal.'' Sementara itu diperoleh informasi bahwa, seorang warga Dukuh Klego RT 2 RW 1 Desa Tambakrejo, Patebon, Jono Santoso (40) diindikasi suspect flu burung. Dia mulai sakit sejak 16 Januari lalu. Sebelumnya, sekitar 35 unggas miliknya mati secara mendadak dalam waktu hampir bersamaan. (G15-16) |