logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 SEMARANG
Line

Dua Penderita Leptospirosis Meninggal

  • Januari Ditemukan 11 Kasus

DEMAK - Leptospirosis atau penyakit kencing tikus masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Demak. Selama Januari 2008, ditemukan 11 kasus dan dua penderita di antaranya meninggal dunia.

Kasus tersebar di lima kecamatan, yakni Dempet, Demak, Karangtengah, Wonosalam dan Wedung. Dua penderita yang tidak tertolong berasal dari Dempet dan Demak Kota. Kendati upaya medis telah dilakukan, namun jiwa mereka tak dapat diselamatkan. Hal itu dikarenakan ketika dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah cukup parah.

Menurut penuturan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Dokter H Budi Suprijatno melalui Kasi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Sri Hartanto, pasca banjir, penyakit tersebut berpotensi semakin menyebar. Utamanya oleh bakteri leptospira yang biasa terdapat pada tikus.

Pada musim penghujan, tidak sedikit tikus yang mati dan terbawa oleh air. Dari situlah bakteri menyebar hingga dapat mengenai manusia. Penularan penyakit tersebut melalui kulit manusia yang terluka atau lendir.

''Saat musim penghujan, banyak genangan air di sejumlah tempat. Jika terdapat tikus mati di air dan kebetulan membawa bakteri leptospira, maka sangat potensial menularkan pada manusia,'' terangnya.

Pakai Sepatu Karet

Selain itu, lanjut Sri Hartanto, banjir juga mengakibatkan tikus-tikus yang berada di sawah, got dan pekarangan pindah ke rumah penduduk. Keberadaan hewan tersebut berpotensi menularkan bakteri leptospira.

Bagi warga yang akan melewati jalan-jalan tergenang air, sebaiknya memakai sepatu karet yang dapat melindungi kulit agar tidak kontak dengan air kotor. ''Ini utamanya bagi mereka yang kulitnya terluka.'' Sementara langkah yang perlu dilakukan bersama adalah menjaga kebersihan lingkungan serta pengendalian tikus di rumah penduduk baik secara individu maupun kelompok.

Dinas kesehatan sendiri telah menyediakan leptotex di puskesmas-puskemas. Leptotex merupakan alat pendeteksi cepat untuk mengetahui apakah pasien terkena leptospirosis atau tidak. Sebeb, penderita penyakit tersebut hampir sama dengan demam pada umumnya, yakni badan terasa panas dan menggigil.

Perbedaanya, selain badan demam juga ada perubahan pada putih mata berwarna merah serta betis terasa nyeri. (H1-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA