| Sabtu, 26 Januari 2008 | SEMARANG |
Harga Kebutuhan Pokok Merangkak NaikDEMAK - Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran Demak mulai menunjukkan kenaikan. Rata-rata kenaikan mencapai 10 hingga 15 persen. Pantauan di beberapa pasar, kenaikan harga bahan pokok telur ayam yang semula perkilogramnya Rp 9.500 menjadi Rp 10.500. Kemudian Terigu dari Rp 6.000/kilogram menjadi Rp 6.500/kilogram, minyak goreng curah semula Rp 10.000 naik menjadi Rp 11.000/kilogram. Sementara harga minyak tanah masih cukup tinggi, yakni mencapai Rp 3.000 sampai Rp 3.500/liter. Salah seorang pedagang di Pasar Tumpah Bintoro, Siti, menuturkan melonjaknya harga kebutuhan pokok dipicu oleh kenaikan minyak goreng dan kelangkaan minyak tanah. Belum lagi harga kedelai yang berimbas naiknya harga jual tempe dan tahu. Demikian pula harga beras yang lebih dahulu naik pada awal November 2007. ''Khusus beras memang stabil, karena kenaikannya sudah lama,'' kata dia yang juga pedagang sembako. Pedagang lainnya, Mugiarti mengatakan, naiknya harga kebutuhan pokok bukan hanya memberatkan pembeli tetapi juga menyulitkan pedagang. Pasalnya, kemampuan beli masyarakat berkurang sehingga dagangannya kurang laku. Terkendali Sebenarnya pedagang membuat berbagai pola agar tidak memberatkan konsumen. Akan tetapi mendengar kabar harga naik saja sudah membuat pembeli berfikir ulang untuk mengeluarkan uangnya. Berbeda dengan sayur-sayuran, harga di pasaran cenderung fluktuatif. Kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh pasokan. Jika pasokan banyak maka harga murah. Hal itu karena sayur-sayuran cenderung tidak tahan lama. Kondisi tersebut menjadikan konsumen memilih sayuran. Kasubdin Usaha Dagang pada Dinas Perdagangan Demak, Suwarto mengatakan, kenaikan masih terpantau dan terkendali. Menurutnya, apabila lonjakan harga tinggi pemerintah akan mengambil langkah untuk menstabilkan. Antara lain dengan menggelar operasi pasar, seperti operasi minyak goreng beberapa waktu lalu. Pemkab, imbuhnya, terus memantau harga barang kebutuhan pokok, di pasar-pasar. (H1-16) |