| Sabtu, 26 Januari 2008 | SEMARANG |
Rekam Medis Gigi Mempermudah IdentifikasiSEMARANG- Selama ini, masyarakat belum menyadari pentingnya rekam medis gigi. Padahal, dengan adanya rekam tersebut maka proses indentifikasi jika terjadi musibah atau kecelakaan massal akan lebih mudah. Kasus bom Bali misalnya, sebagian besar korban berhasil diidentifikasi dengan cepat lewat rekam medis gigi. Demikian disampaikan Bambang Priyanto, ahli bedah mulut RSUP Dr Kariadi. ''Di negara-negara maju, warga negaranya sudah diwajibkan melakukan rekam medis gigi. Bila terjadi kecelakaan dengan korban massal, proses identifikasi bisa mudah dan cepat dilakukan,'' katanya dalam jumpa pers di RS Kariadi, Jumat (25/1) menjelang Kongres Nasional X Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) 1-3 Februari 2008 di Hotel Patra Jasa. Gigi menjadi faktor penting dalam proses identifikasi karena merupakan satu-satunya organ tubuh paling keras. Lapisan emailnya merupakan lapisan terkuat dalam tubuh manusia. Emailnya terbentuk dari bahan organik, tidak mudah rusak, dan merupakan salah satu organ tubuh paling keras dan baru bisa menjadi abu bila terbakar pada suhu 450 derajat celcius. Kenali Gigi ''Akan lebih mudah mengenali dari gigi-geliginya. Dari gigi pula dapat dibedakan antara umur, ras, jenis kelamin, golongan darah, bentuk wajah, dan raut muka.'' Meski sudah ada, namun di Indonesia rekam medis gigi masih sangat minim dilakukan. Karena itu, pada kongres tersebut akan dibahas sekaligus disosialisasikan pentingnya peran dokter gigi pada identifikasi korban bencana dengan metode odontologi forensik. Akan hadir sebagai pembicara, drg Alphonsus R Quendangendan dan beberapa pakar bedah mulut dari Hong Kong, Singapura, dan Belanda. "Kegiatan akan diikuti 300 peserta seluruh Indonesia," ujar Bambang, ketua panitia. (J8-56) |