| Sabtu, 26 Januari 2008 | SEMARANG |
Kandidat Dirut PDAM MundurBALAI KOTA - Salah satu kandidat kuat direktur utama (dirut) PDAM Tirta Moedal, Ir Bambang Agung Mulyadi MM, mengundurkan diri dari proses seleksi. Hal itu disampaikan Bambang, dua-tiga hari setelah psikotes akhir tahun lalu, dengan alasan pribadi tanpa penjelasan rinci. Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kota, Achmad Kadarisman mengatakan, Bambang merupakan satu dari empat kandidat yang masuk tahapan seleksi psikotes. Pada saat yang sama, proses seleksi juga meloloskan empat calon direktur umum (dirum) ke babak psikotes. Sementara, untuk lowongan direktur teknik (dirtek) sama sekali tidak ada kandidat yang lolos. ''Dengan mundurnya salah satu calon, otomatis tinggal tiga calon yang bersaing,'' kata dia, didampingi Kabag Ekonomi Setda Kota Semarang Masrohan Bahri, Jumat (24/1). Dikatakan, empat kandidat dirut PDAM yang masuk tahapan seleksi psikotes, yakni Ir Bambang Agung Mulyadi MM (Polysindo), Ir Kemas Syamsul Qomar Dipl SE (Direktur Teknik PDAM Kota Semarang), Drs Prabowo MM (Direktur PDAM Kebumen), serta Wahdi Namdega SE Akt MM (Dirut Perusda Percetakan). Sementara empat kandidat dirum adalah Dra Etty Laksmiwati (PDAM Kota Semarang), Noor Haryadi SE (Kacab PDAM Semarang Utara), Dra Sri Rejeki (PDAM Kota Semarang), dan Drs H Sulistyo (Direktur PDAM Pati). ''Sebenarnya sudah ada hasil seleksi, namun baru kami laporkan pada pimpinan (Wali Kota-Red), dan belum bisa diumumkan,'' katanya. Informasi yang dikumpulkan Suara Merdeka, seleksi direksi PDAM yang dilakukan tim ahli yang diketuai Drs Darsono MBA Akt (Undip) telah meloloskan empat calon, masing-masing dua orang untuk dirut dan dirum. Sementara Wali Kota Sukawi Sutarip menghendaki, kandidat direksi PDAM harus lolos uji kepatutan dan kelayakan, tanpa catatan sama sekali. Dengar Pendapat Siang kemarin, Komisi B DPRD Kota mengadakan dengar pendapat dengan Bagian Ekonomi, mengenai kelanjutan proses seleksi direksi PDAM. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Susetyo Darmanto itu, dihadiri Kabag Ekonomi Setda Masrohan Bahri, perwakilan Bagian Hukum Setda, serta anggota Komisi B. Pada kesempatan itu, Dewan menyampaikan desakan agar Pemkot sebagai owner PDAM Tirta Moedal segera mengambil langkah tegas, terkait seleksi direksi perusahaan daerah (perusda) tersebut. Dikhawatirkan, proses seleksi yang berlarut-larut akan berdampak buruk pada kinerja PDAM, dan pada gilirannya berpengaruh pada pelayanan kepada pelanggan. ''Kalau memang diperlukan, sebaiknya dilakukan seleksi ulang atas proses seleksi direksi PDAM,'' kata Sekretaris Komisi B Yearzy Ferdian. Kepada anggota DPRD, Masrohan menjelaskan, gagasan untuk melakukan seleksi ulang merupakan salah satu opsi yang telah disampaikan Wali Kota. Opsi lainnya, Wali Kota menetapkan calon yang lolos dengan catatan, hasil uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan tim seleksi. (H9,H22-18) |